Cek Label Pangan sebagai Upaya Pencegahan Risiko Kesehatan pada Anak
- 21 Mei 2026 09:58 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Peran orang tua dinilai sangat penting dalam mencegah risiko kesehatan pada anak melalui kebiasaan sederhana, yaitu membaca label pangan sebelum membeli makanan dan minuman kemasan.
Dalam Dialog Asta Cita “Bogor Pagi Ini” edisi Selasa, 19 Mei 2026, Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi, IPB University, Nurafi Razna Suhaima, S.Pi., M.Si, menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap dampak konsumsi pangan kemasan yang tidak terkontrol.
“Anak-anak ini banyak terdistract dengan kemasan yang lucu dan menarik. Karena itu orang tua harus lebih aware terhadap produk yang dikonsumsi anak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu hal utama yang harus diperhatikan orang tua adalah komposisi bahan pada label pangan, terutama untuk mendeteksi potensi alergen seperti udang (krustasea), telur, kacang, atau gluten.
“Kalau anak punya alergi, kita harus benar-benar membaca komposisinya. Bahkan istilah seperti krustasea itu sebenarnya adalah udang-udangan,” katanya.
Menurutnya, alergen yang tidak disadari dapat memicu reaksi pada anak seperti gatal-gatal, ruam, hingga gangguan kesehatan lainnya. Karena itu, ketelitian orang tua sangat dibutuhkan sebelum membeli produk.
Selain komposisi, kandungan gula, garam, dan lemak juga perlu diperhatikan karena sering kali tidak disadari jumlahnya sudah berlebihan dalam satu produk kemasan.
“Kadang satu kemasan itu ternyata untuk beberapa sajian. Kalau tidak dihitung, konsumsi gula bisa jauh melebihi batas harian,” ucapnya.
Ia juga menyoroti adanya bahan tambahan pangan seperti pemanis buatan yang tidak disarankan untuk kelompok tertentu, termasuk anak di bawah lima tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Beberapa bahan tambahan pangan memang tidak disarankan untuk kelompok tertentu. Ini yang sering tidak disadari oleh orang tua,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa konsumsi berlebihan makanan dan minuman kemasan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan ginjal di usia muda.
Menurutnya, kebiasaan kecil seperti membaca label dapat menjadi langkah pencegahan sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan anak di masa depan.
“Ini langkah kecil, tapi dampaknya besar. Orang tua perlu menjadikan cek label sebagai kebiasaan sebelum membeli produk untuk anak,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap kesadaran orang tua dalam membaca label pangan semakin meningkat sehingga dapat membentuk pola konsumsi yang lebih sehat di lingkungan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....