Polusi Udara Disebut Berdampak pada Kesehatan Seluruh Usia

  • 19 Mei 2026 20:01 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Permasalahan polusi udara kini menjadi perhatian serius karena dampaknya dinilai dapat menyerang semua kelompok usia. Paparan udara yang tercemar tidak hanya memengaruhi kesehatan pernapasan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis apabila terjadi dalam jangka panjang.

Mengutip dari Kementerian Kesehatan RI, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut kualitas udara yang buruk perlu ditangani melalui sistem pemantauan dan peringatan dini yang lebih terintegrasi. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat mengetahui kondisi udara secara cepat dan mengambil tindakan pencegahan lebih awal.

Paparan polusi udara diketahui dapat memicu berbagai gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, iritasi saluran pernapasan hingga memperburuk penyakit bawaan. Partikel polutan berukuran sangat kecil bahkan dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah sehingga berdampak pada fungsi organ tubuh lainnya.

Kelompok anak-anak menjadi salah satu yang paling rentan karena sistem kekebalan dan organ pernapasan mereka masih dalam tahap perkembangan. Sementara pada lansia, kualitas udara buruk dapat memperparah kondisi kesehatan yang sudah dimiliki sebelumnya seperti penyakit jantung maupun gangguan paru-paru.

Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama juga berisiko lebih tinggi terpapar polusi udara. Kondisi ini membuat penggunaan masker serta pembatasan aktivitas luar ruang saat kualitas udara memburuk dinilai penting untuk membantu mengurangi dampak kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga menilai perlunya pemanfaatan data kesehatan dan lingkungan secara bersamaan agar penanganan polusi udara dapat dilakukan lebih efektif. Sistem peringatan dini berbasis data diharapkan mampu memberikan informasi kondisi udara secara real time kepada masyarakat.

Di sejumlah kota besar, polusi udara masih menjadi persoalan yang sering dikeluhkan warga, terutama saat musim kemarau dan tingginya aktivitas kendaraan bermotor. Kondisi tersebut membuat kesadaran menjaga kualitas lingkungan menjadi hal yang semakin penting dilakukan bersama.

Peningkatan ruang terbuka hijau, pengurangan emisi kendaraan serta penggunaan transportasi ramah lingkungan dinilai menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi pencemaran udara. Dengan langkah pencegahan yang konsisten, risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara diharapkan dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....