Bukan Hanya Gaya Hidup, Genetik Disebut Punya Peran Besar terhadap Umur Panjang
- 11 Mei 2026 15:09 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Umur panjang selama ini identik dengan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, hingga menghindari kebiasaan buruk. Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa faktor genetik ternyata memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap panjang usia manusia dibanding perkiraan sebelumnya.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science pada 29 Januari 2026 menyebutkan sekitar 50 persen peluang seseorang untuk hidup lebih lama dipengaruhi oleh faktor keturunan. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibanding estimasi penelitian sebelumnya yang hanya berkisar 6 hingga 25 persen.
Penelitian tersebut dilakukan menggunakan model matematika baru yang dirancang untuk memisahkan pengaruh genetika dari faktor eksternal seperti kecelakaan maupun infeksi. Dengan metode ini, para ilmuwan dapat menghitung pengaruh gen secara lebih murni terhadap rentang hidup manusia.
Ahli genetika dari Leiden University, Joris Deelen, menjelaskan bahwa penelitian dilakukan dengan menganalisis data pasangan kembar identik dan kembar fraternal. Kembar identik memiliki hampir 100 persen DNA yang sama, sedangkan kembar fraternal hanya berbagi sekitar 50 persen materi genetik.
“Jika suatu sifat sangat dipengaruhi faktor genetik, maka kesamaan pada kembar identik akan jauh lebih tinggi dibanding kembar fraternal,” ujar Deelen dalam keterangannya di jurnal Science.
Tim peneliti kemudian membandingkan korelasi umur panjang pada ribuan pasangan kembar dari Swedia, Denmark, dan Amerika Serikat yang lahir antara tahun 1870 hingga 1935. Hasil penelitian menunjukkan estimasi heritabilitas umur tetap konsisten di angka sekitar 50 persen, meski faktor lingkungan dan risiko kematian eksternal berubah di setiap generasi. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa gen memiliki peran besar dalam menentukan ketahanan tubuh terhadap penuaan dan penyakit terkait usia.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa genetika bukan satu-satunya penentu umur panjang. Faktor lingkungan, kualitas hidup, pola makan, hingga akses layanan kesehatan tetap memegang peranan penting dalam menentukan kesehatan seseorang di usia lanjut.
Ahli genetika dari University of Exeter, Luke Pilling, menilai temuan ini dapat membantu dunia medis memahami mekanisme biologis yang membuat seseorang hidup lebih lama dan lebih sehat. Menurutnya, pemahaman tersebut berpotensi membuka jalan bagi pengembangan intervensi kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tengah populasi dunia yang terus menua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....