Terapi Kurma: Bermanfaat, tapi Bukan Pengganti Pengobatan
- 30 Apr 2026 00:23 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Tren “terapi kurma” semakin dikenal di masyarakat sebagai bagian dari pola hidup sehat. Namun, penting untuk dipahami bahwa konsumsi kurma lebih tepat diposisikan sebagai terapi gizi, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kurma merupakan buah yang kaya energi karena mengandung karbohidrat tinggi, terutama gula alami seperti glukosa dan fruktosa. Dalam 100 gram, kurma dapat memberikan energi sekitar 280 kilokalori sehingga cocok sebagai sumber energi cepat bagi tubuh.
Selain itu, kurma juga mengandung serat, kalium, magnesium, serta senyawa antioksidan yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh. Kandungan seratnya membantu kesehatan pencernaan, sementara mineral seperti kalium dan magnesium mendukung fungsi otot dan jantung.
Meski memiliki banyak manfaat, terapi kurma tidak bisa dijadikan solusi tunggal untuk mengatasi penyakit tertentu. Kurma hanya berperan sebagai bagian dari pola makan sehat yang mendukung kondisi tubuh secara umum.
Dalam kasus anemia, misalnya, kurma memang mengandung zat besi, tetapi jumlahnya tidak cukup untuk menjadi terapi utama. Oleh karena itu, konsumsi kurma sebaiknya dikombinasikan dengan sumber vitamin C seperti buah jeruk atau jambu agar penyerapan zat besi lebih optimal.
Hal serupa juga berlaku pada kesehatan tulang. Kurma dapat membantu sebagai sumber mineral pendukung, tetapi tetap diperlukan asupan kalsium dan vitamin D dari sumber lain agar kesehatan tulang terjaga dengan baik.
Dalam praktiknya, konsumsi kurma juga perlu memperhatikan porsi. Kandungan gula alami yang tinggi membuat kurma sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan, terutama bagi penderita diabetes atau gangguan metabolik.
Kementerian Kesehatan juga menekankan bahwa manfaat kurma akan lebih optimal jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan sebagai “ramuan tunggal” untuk menyembuhkan penyakit. Dengan demikian, terapi kurma dapat menjadi pilihan pendukung gaya hidup sehat selama dilakukan secara bijak, disertai pola makan seimbang dan konsultasi medis bila diperlukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....