Tak Sekadar Tren, Ini Bukti Sains di Balik Pola Makan Berurutan
- 19 Apr 2026 05:41 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Tren mengatur urutan makan atau food order method semakin ramai dibahas di media sosial, terutama terkait klaimnya dalam mengendalikan lonjakan gula darah. Metode ini mengatur konsumsi makanan dimulai dari sayur, dilanjutkan protein, dan diakhiri karbohidrat dalam satu waktu makan.
Secara ilmiah, konsep ini telah diteliti dalam sejumlah studi internasional. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Nutrition tahun 2024 menunjukkan bahwa urutan makan tersebut dapat meningkatkan kontrol gula darah dan sensitivitas insulin, terutama ketika karbohidrat dikonsumsi terakhir .
Hasil serupa juga ditemukan dalam studi randomized controlled trial pada 2024 yang mencatat bahwa pola makan dengan sayur dan protein lebih dulu mampu menurunkan lonjakan gula darah hingga sekitar 40 persen dibandingkan pola makan biasa . Selain itu, respons insulin juga lebih rendah, menandakan tubuh bekerja lebih efisien dalam mengelola glukosa.
Secara fisiologis, mekanisme ini terjadi karena peran serat dan protein dalam memperlambat proses pencernaan. Serat membantu menahan laju penyerapan glukosa, sementara protein dan lemak memperlambat pengosongan lambung sehingga kenaikan gula darah menjadi lebih stabil .
Selain berdampak pada gula darah, urutan makan juga berpengaruh terhadap rasa kenyang. Studi menunjukkan bahwa konsumsi protein dan serat lebih awal dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama dan menekan keinginan makan berlebih setelahnya .
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa metode ini bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan metabolik. Variasi respons tubuh terhadap makanan tetap dipengaruhi banyak hal, termasuk kondisi metabolisme individu, komposisi makanan, serta gaya hidup secara keseluruhan .
Dengan demikian, food order method dapat menjadi strategi tambahan dalam menjaga kestabilan gula darah, terutama bagi individu dengan risiko diabetes. Namun, pola makan seimbang, pembatasan asupan gula, serta aktivitas fisik tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....