Ini Penjelasan BPOM Bogor Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu dari Sungai Tercemar
- 16 Apr 2026 18:15 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Fenomena maraknya ikan sapu-sapu di aliran sungai seperti Sungai Ciliwung menjadi perhatian berbagai pihak, terutama terkait potensi bahaya bagi kesehatan masyarakat.
- Kesadaran menjaga lingkungan hidup dan memilih pangan yang aman menjadi langkah penting dalam melindungi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Bogor – Fenomena maraknya ikan sapu-sapu di aliran sungai seperti Sungai Ciliwung menjadi perhatian berbagai pihak, terutama terkait potensi bahaya bagi kesehatan masyarakat. Ikan yang hidup di perairan tercemar ini dinilai berisiko jika dikonsumsi tanpa pengawasan.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu yang berada di sungai dengan tingkat pencemaran tinggi berpotensi mengandung zat berbahaya. Limbah yang mengandung logam berat dapat terakumulasi dalam tubuh ikan tersebut.
“Ikan sapu-sapu yang hidup di perairan dengan limbah berat berpotensi mengandung logam berbahaya seperti merkuri, timbal, kadmium yang tentu berisiko bagi kesehatan,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.
Ia menambahkan bahwa konsumsi ikan dari lingkungan tercemar dapat berdampak jangka panjang bagi tubuh manusia. Risiko tersebut mencakup gangguan kesehatan serius hingga potensi penyakit kronis seperti kanker akibat paparan zat berbahaya secara terus-menerus.
Dalam beberapa kasus, ikan sapu-sapu bahkan diolah menjadi berbagai produk makanan seperti bakso ikan atau olahan lainnya. Kondisi ini dinilai berbahaya apabila bahan baku tidak melalui pengawasan ketat terkait keamanan pangan.
Selain itu, BPOM Bogor terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan. Salah satunya dengan menerapkan prinsip cek KLIK untuk pangan olahan terkemas yaitu memastikan Kemasan dalam kondisi baik, Label jelas, Izin edar ada, dan Kedaluwarsa belum lewat untuk produk pangan kemasan.
“Kami terus mengedukasi masyarakat untuk menerapkan prinsip keamanan pangan, termasuk cek KLIK untuk pangan kemasan serta cek BEBAS untuk pangan siap saji dan pangan segar agar terjamin keamanannya,” jelasnya.
Sementara itu, untuk pangan siap saji dan pangan segar dapat menerapkan prinsip cek BEBAS yakni cek Bentuk, cek Bau, cek Warna dan cek Rasa sebelum dikonsumsi agar terhindar dari bahan berbahaya. Penerapan prinsip ini dinilai penting untuk mencegah risiko konsumsi pangan yang tidak layak.
BPOM Bogor mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta tidak sembarangan mengonsumsi hasil perairan yang berpotensi tercemar dengan selalu ingat cek KLIK dan Cek Bebas melalui lagu pertama terkait keamanan pangan olahan dan pangan siap saji yang dapat diakses di media sosial BPOM di Bogor. Kesadaran menjaga lingkungan hidup dan memilih pangan yang aman menjadi langkah penting dalam melindungi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....