Dinkes Kota Bogor Imbau Warga Waspada Leptospirosis saat Musim Hujan

  • 30 Mar 2026 16:47 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Memasuki musim hujan, risiko penyebaran berbagai penyakit berbasis lingkungan turut meningkat, salah satunya leptospirosis. Dinas Kesehatan Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi penularan penyakit tersebut. Kondisi genangan air dan lingkungan lembap menjadi faktor yang memicu berkembangnya bakteri penyebab leptospirosis.

Dikutip dari Instagram resmi Dinas Kesehatan Kota Bogor, Leptospirosis merupakan penyakit infeksi akut yang dapat menular dari hewan ke manusia. Tikus menjadi sumber utama penyebaran bakteri, selain juga kucing, anjing, hingga hewan ternak lainnya. Penularan biasanya terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau kulit yang lecet.

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir atau lingkungan dengan populasi tikus tinggi memiliki risiko lebih besar terpapar penyakit ini. Selain itu, aktivitas di air seperti berenang atau bekerja di area becek juga dapat meningkatkan potensi penularan. Beberapa profesi seperti petani, peternak, dan petugas kebersihan juga termasuk kelompok rentan.

Gejala leptospirosis antara lain demam tinggi, sakit kepala, lemas, nyeri otot terutama pada betis, serta mata merah. Pada kondisi tertentu, penderita juga dapat mengalami mual, muntah, hingga perubahan warna kulit menjadi kekuningan. Jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit ini dapat berkembang menjadi lebih serius.

Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menghindari kontak langsung dengan air banjir tanpa pelindung. Penggunaan alas kaki seperti sepatu atau boot saat beraktivitas di luar rumah sangat dianjurkan. Selain itu, kebersihan lingkungan perlu dijaga dengan baik untuk mengurangi risiko berkembangnya bakteri.

Langkah lain yang dapat dilakukan adalah menyimpan makanan agar tidak mudah dijangkau tikus serta menutup tempat sampah dan penampungan air. Masyarakat juga disarankan mencuci tangan dan membersihkan diri setelah beraktivitas di area yang berisiko. Pengendalian populasi tikus menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Dengan meningkatnya risiko selama musim hujan, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran leptospirosis. Kesadaran untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan harus terus ditingkatkan. Jika mengalami gejala, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....