HUT PMI ke 81, PMI Peduli Bergerak Bersama
- 16 Sep 2026 13:13 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Gerakan Palang Merah di Indonesia ternyata sudah berdiri sejak era colonial belanda di tahun 1800 an. Gerakan inipun akhirnya resmi berdiri pada 17 September 1945 dengan Drs. Mohammad Hatta / Wakil Presiden RI Pertama sebagai ketua umum pertamanya.
Memiliki jejaring rumah sakit dan sebuah gerakan kemanusiaan dalam skala nasional maupun internasional , PMI di Daerah seperti di Kota Bogor misalnya ternyata tidak hanya menjadi unit transfuse darah dan menggalang donor darah.
Ismayati Solihat, selaku Koordinator Program Kesiapsiagaan Pandemi dan Epidemi Berbasis Masyarakat PMI Kota Bogor. Dalam bincang Asta Cita Rabu pagi di studio Pro 1 RRI Bogor, Rabu 16 September 2026, menceritakan apabila organisasi PMI juga menjadi bagian terintegrasi dalam penanganan bencana, pandemic dan mitigasi wabah penyakit di Kota Bogor.
"Dulu di PMI kita sudah memiliki program, siap siaga sebelum ada Covid kita itu sudah siap siaga melatih masyarakat menghadapi pandemi, epidemi apa yang harus di lakukan, kita juga konsern terhadap kondisi wabah penyakit di kota Bogor bekerja sama dengan Dinkes dan Dinas Ketahanan Pangan dan prioritas apa yang harus di persiapkan , seperti antisipasi wabah DBD yang setiap tahun itu selalu ada," jelas Isma, Rabu 16 September 2026.
Bendahara PMI Kota Bogor yang juga menjabat sebagai Sekban Pol PP Kota Bogor Wawan Sanwani menceritakan, Kantung darah yang dihimpun dari gerakan kemanusiaan yang dilakukan memerlukan pengelolaan dan proses yang tidak sederhana hingga diterima oleh pasien yang membutuhkan transfusi darah. Seperti pasca operasi besar hingga penderita talasemia yang membutuhkan transfusi darah rutin.
" Kita juga membantu penanganan bencana alam termasuk memberikan dorongan kesehatan saat terjadi kebakaran di TPA Galuga belum lama ini, adapun kegiatan donor darah dan Bank darah yang dimiliki itu juga memerlukan pengelolaan yang tidak sederhana, sehingga darah yang didapat dari pendonor tidak seketika itu diberikan tetapi melewati proses, dan tidak semua darah juga dapat di pergunakan ada jangka waktu dan kualitas darah untuk calon akseptor atau penerimanya," tambah Pak Wawan Sanwani.
PMI juga memberikan apresiasi kepada pendonor darah dengan jumlah lebih dari 120 kali donor darah rutin selama 27 tahun, yakni Abdul Rahmat Saleh.
Pada kesempatan yang sama Abdul Rahmat Saleh juga mengungkapkan manfaat positif mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan.
"Selama 27 tahun saya berdonor dan ini saya perlihatkan kartu donor sejak tahun 1999 lalu masih tulisan tangan dan sudah melakukan lebih dari 120 kali donor darah," tambah Abdul Rahmat Saleh.
Palang Merah Indonesia memiliki peran strategis bagi masyarakat, memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan netral, dalam situasi darurat hingga program pemulihan Kesehatan.
PMI bekerja berdasarkan prinsip kesukarelaan untuk membantu siapa saja yang membutuhkan tanpa membedakan suku, agama, ras, atau golongan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....