BAB Berdarah, Sinyal Tubuh yang Tidak Boleh Diabaikan

  • 28 Mar 2026 19:29 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Buang air besar (BAB) disertai darah merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele. Meski dalam beberapa kasus tidak berbahaya, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan yang perlu segera diperiksa.

Dilansir dari laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, BAB berdarah dapat terjadi akibat perdarahan di saluran pencernaan, baik bagian bawah seperti usus besar dan anus, maupun bagian atas seperti lambung. Perbedaan lokasi perdarahan biasanya dapat dikenali dari warna darah yang keluar.

Darah berwarna merah terang umumnya berasal dari bagian bawah saluran pencernaan, misalnya akibat wasir atau luka pada anus. Sementara itu, darah berwarna gelap atau kehitaman bisa menandakan perdarahan dari bagian atas saluran pencernaan.

Beberapa kondisi yang sering menjadi penyebab BAB berdarah antara lain wasir, fisura ani (luka di sekitar anus), radang usus, hingga infeksi saluran pencernaan. Dalam kondisi tertentu, hal ini juga dapat menjadi tanda penyakit serius seperti polip atau kanker usus.

Selain adanya darah, gejala lain yang dapat menyertai antara lain nyeri perut, perubahan pola buang air besar, hingga penurunan berat badan. Jika gejala ini terjadi secara terus-menerus, kondisi tersebut perlu segera diperiksakan ke tenaga medis.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi ini, terutama jika terjadi berulang atau dalam jumlah yang cukup banyak. Pemeriksaan dini penting dilakukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan, masyarakat disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat, cukup minum air putih, serta menerapkan pola hidup sehat. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah berbagai gangguan pada saluran cerna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....