Waspada Perilaku Manipulatif yang Mengancam Kesehatan Mental
- 16 Mar 2026 13:46 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Perilaku manipulatif merupakan tindakan seseorang yang berusaha mengendalikan pikiran, perasaan, atau keputusan orang lain demi kepentingan pribadinya. Cara ini sering dilakukan secara halus sehingga korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang dipengaruhi secara tidak sehat.
Dilansir dari website www.alodokter.com bahwa dalam kehidupan sehari-hari, tindakan manipulatif dapat muncul dalam berbagai jenis hubungan, mulai dari lingkungan kerja, pertemanan, hingga hubungan percintaan. Pelaku manipulasi biasanya berusaha mendapatkan keuntungan sepihak tanpa mempertimbangkan dampak yang dialami orang lain.
Salah satu bentuk manipulasi yang sering terjadi adalah gaslighting, yaitu tindakan yang membuat seseorang meragukan ingatan, perasaan, atau penilaiannya sendiri. Pelaku biasanya memutarbalikkan fakta atau menyalahkan korban sehingga korban merasa dirinya adalah penyebab utama dari suatu masalah.
Selain itu, terdapat pula teknik yang dikenal sebagai love bombing. Dalam praktiknya, pelaku memberikan perhatian, pujian, atau hadiah secara berlebihan untuk menarik simpati korban sebelum akhirnya berusaha mengendalikan hubungan tersebut.
Bentuk manipulasi lain yang cukup berbahaya adalah child groomingi yang menyasar anak-anak atau remaja. Pelaku secara perlahan membangun kedekatan emosional untuk memperoleh kepercayaan korban sebelum akhirnya memanfaatkan situasi tersebut demi tujuan yang tidak baik.
Perilaku manipulatif juga bisa muncul dalam bentuk sikap pasif agresif. Dalam kondisi ini, seseorang tidak secara langsung menyampaikan ketidaksetujuannya, tetapi mengekspresikannya melalui sindiran, keluhan, atau tindakan yang justru menghambat pekerjaan.
Selain itu, pelaku manipulatif kerap menyalahkan orang lain ketika menghadapi masalah serta menyangkal kesalahan yang telah dilakukan. Mereka juga sering menghindari pembicaraan penting agar tanggung jawab yang seharusnya diemban dapat dialihkan kepada pihak lain.
Jika dibiarkan berlangsung lama, tindakan manipulatif dapat berdampak buruk pada kesehatan mental korban. Korban dapat kehilangan rasa percaya diri, merasa bersalah secara berlebihan, bahkan berisiko mengalami tekanan emosional yang berkepanjangan.
Untuk menghadapi perilaku tersebut, seseorang perlu menyadari terlebih dahulu tanda-tanda manipulasi yang terjadi dalam hubungan. Menjaga jarak, tidak mudah terpancing emosi, serta berani menetapkan batasan menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari dampak perilaku manipulatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....