Kerja Lebih 49 Jam, Sehatkah Tubuh Kita?

  • 20 Feb 2026 21:45 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 25,47 persen penduduk Indonesia bekerja lebih dari 49 jam per minggu. Data ini menunjukkan sekitar satu dari empat pekerja di Tanah Air mengalami jam kerja berlebihan atau overwork.

Rilis tersebut disampaikan BPS dalam publikasi resmi hasil Sakernas Agustus 2025 yang diumumkan pada awal November 2025 melalui laman resmi BPS. Survei ini menjadi salah satu rujukan utama pemerintah dalam memetakan kondisi ketenagakerjaan nasional, termasuk pola jam kerja masyarakat Indonesia.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa jam kerja panjang masih menjadi fenomena yang signifikan di berbagai sektor, baik formal maupun informal. Sejumlah pekerja mengaku harus menambah jam kerja demi mengejar target atau mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, sebelumnya mengingatkan bahwa beban kerja berlebihan dapat berdampak pada kesehatan jika tidak diimbangi pola hidup sehat. Ia menekankan pentingnya asupan nutrisi yang cukup serta waktu istirahat memadai untuk mencegah kelelahan kronis.

Kelelahan yang berlangsung terus-menerus berisiko meningkatkan tekanan darah dan memicu penyakit tidak menular seperti hipertensi serta gangguan jantung. Kondisi tersebut dapat memperburuk kualitas hidup dan menurunkan produktivitas dalam jangka panjang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga dalam laporan globalnya menyebutkan bahwa bekerja lebih dari 55 jam per minggu berkaitan dengan peningkatan risiko stroke dan penyakit jantung koroner. Hal ini memperkuat pentingnya pengaturan jam kerja yang sehat.

Dengan rilis Sakernas Agustus 2025 ini, pemerintah diharapkan dapat memperkuat kebijakan perlindungan tenaga kerja, sekaligus mendorong budaya kerja yang lebih seimbang. Upaya kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja menjadi kunci untuk menekan dampak negatif overwork di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....