Jeruk Bali Merah Bisa Mengganggu Kerja Obat
- 15 Feb 2026 22:01 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Jeruk bali merah atau grapefruit dikenal sebagai buah yang menyehatkan. Kandungan vitamin C, serat, dan antioksidannya tinggi, sehingga sering dipilih sebagai jus segar atau bagian dari menu diet. Rasanya pun khas, perpaduan manis dan sedikit pahit yang menyegarkan.
Namun, tidak banyak orang tahu bahwa buah ini dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Dalam kondisi tertentu, grapefruit bisa membuat obat bekerja terlalu kuat atau justru menjadi kurang efektif.
Menurut informasi dari U.S. Food and Drug Administration (FDA), obat yang kita konsumsi biasanya diproses oleh enzim di usus halus dan hati, salah satunya enzim bernama CYP3A4. Grapefruit mengandung zat alami yang dapat memengaruhi kerja enzim tersebut.
Akibatnya, obat yang masuk ke tubuh bisa terserap lebih banyak atau malah lebih sedikit dari yang seharusnya. Ketika penyerapan berkurang, efek obat pun bisa tidak maksimal.
Salah satu contoh adalah obat alergi yang mengandung fexofenadine. Jika diminum bersamaan dengan grapefruit atau jusnya, penyerapan obat dapat menurun sehingga gejala alergi mungkin tidak reda secara optimal.
Selain itu, ada juga obat lain yang bisa mengalami penurunan efektivitas melalui mekanisme serupa. Meski demikian, efek interaksi ini bisa berbeda pada setiap orang, tergantung dosis obat, banyaknya grapefruit yang dikonsumsi, dan kondisi tubuh masing-masing.
Interaksi grapefruit tercatat pada beberapa kelompok obat, antara lain:
• obat penurun kolesterol tertentu (statin)
• obat untuk tekanan darah dan penyakit jantung
• obat anti-kecemasan
• obat imunosupresan setelah transplantasi
• beberapa obat alergi dan gangguan irama jantung
Namun perlu diingat, tidak semua obat dalam kategori tersebut pasti terpengaruh. Karena itu, membaca label obat dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sangat penting.
Sayangnya, efek buah ini pada enzim pencernaan dapat bertahan cukup lama. Artinya, memberi jarak waktu antara obat dan grapefruit, akan tetap mempengaruhi efektivitas obat.
Tidak hanya grapefruit, beberapa jenis jeruk lain seperti pomelo, tangelo, dan jeruk Seville juga dilaporkan bisa memberi efek serupa pada metabolisme obat tertentu. Agar tetap aman, lakukan beberapa langkah berikut:
• Selalu baca petunjuk pada kemasan obat.
• Konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi grapefruit saat menjalani pengobatan.
• Hindari konsumsi rutin grapefruit jika sedang terapi obat jangka panjang tanpa saran medis.
• Jangan mengubah dosis obat sendiri.
Grapefruit memang buah yang sehat, tetapi tidak selalu cocok dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu. Memahami interaksi ini penting agar obat tetap bekerja dengan efektif dan kesehatan tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....