Jangan Takut Periksa, Mitos Kanker Masih Jadi Hambatan Deteksi Dini

  • 14 Feb 2026 23:42 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Ketakutan dan mitos seputar kanker masih menjadi hambatan utama masyarakat untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Padahal, keterlambatan diagnosis justru dapat menurunkan peluang kesembuhan pasien.

Dokter subspesialis bedah onkologi dari Rumah Sakit Bakti Pajajaran, dr. I Wayan Wisnu Brata, menilai banyak pasien datang dalam kondisi stadium lanjut karena takut melakukan pemeriksaan sejak awal. Salah satu mitos yang kerap muncul adalah anggapan bahwa biopsi dapat membuat kanker menyebar.

“Biopsi bukan membuat kanker menyebar, melainkan untuk memastikan jenis dan sifat benjolan. Saat ini teknik biopsi sudah minimal invasif dan aman dilakukan,” ujar dr. I Wayan kepada RRI, Jumat,13 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal dan tidak terkendali. Jika hanya tumbuh di satu tempat dan tidak menyebar disebut tumor jinak, sedangkan kanker memiliki sifat invasif dan dapat menjalar ke organ lain.

Menurutnya, gejala awal kanker sering kali tidak menimbulkan rasa nyeri sehingga diabaikan. Benjolan kecil yang tidak sakit justru perlu diwaspadai dan diperiksakan segera.

“Sering kali pasien datang ketika kondisinya sudah menyebar. Padahal jika terdeteksi sejak awal, peluang sembuh jauh lebih besar,” katanya.

Selain mitos medis, faktor psikologis juga memengaruhi keputusan seseorang untuk berobat. Tidak sedikit pasien yang mengalami fase penolakan dan ketakutan saat pertama kali menerima diagnosis kanker.

“Pasien biasanya melalui fase denial dan marah sebelum akhirnya menerima. Pada fase penerimaan inilah dukungan keluarga sangat penting,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa deteksi dini dan screening menjadi langkah strategis dalam menekan risiko keparahan kanker. Untuk perempuan, pemeriksaan payudara sendiri serta mammografi berkala dapat membantu menemukan kelainan lebih awal.

Masyarakat diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan hanya karena rasa takut atau informasi yang belum tentu benar. Konsultasi kepada tenaga kesehatan menjadi langkah paling tepat agar tidak terjebak pada misinformasi yang merugikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....