ICTB 2026 Fokuskan Sains dan Pendidikan untuk Biodiversitas
- 05 Okt 2026 12:53 WIB
- Bogor
Poin Utama
- SEAMEO BIOTROP memperkuat kolaborasi sains, pendidikan, dan kebijakan untuk menghadapi tantangan keanekaragaman hayati melalui The 5th International Conference on Tropical Biology (ICTB 2026).
- Melalui penyelenggaraan ICTB 2026 hingga 7 Oktober 2026, SEAMEO BIOTROP menargetkan terbentuknya jejaring kolaborasi yang menghubungkan penelitian dengan penerapan di lapangan.
RRI.CO.ID, Bogor - SEAMEO BIOTROP memperkuat kolaborasi untuk menghadapi tantangan keanekaragaman hayati melalui The 5th International Conference on Tropical Biology (ICTB) 2026 di IPB International Convention Center, Bogor. Konferensi bertema “Biodiversity Beyond Boundaries: Advancing Global Education, Bioscience, and Sustainable Landscapes” berlangsung 5 hingga 7 Oktober 2026.
ICTB 2026 mempertemukan ilmuwan, pendidik, pembuat kebijakan, praktisi dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama di bidang biologi tropika dan pembangunan berkelanjutan. Sebanyak 51 abstrak dari Indonesia, Filipina, Timor-Leste, Malaysia dan Algeria dipresentasikan melalui sesi oral dan poster.
Direktur SEAMEO BIOTROP Prof. Dr. Edi Santosa mengatakan tantangan ekosistem tropika membutuhkan pendekatan lintas disiplin dan wilayah. “Tantangan yang dihadapi ekosistem tropika saat ini saling terkait dan semakin kompleks. Pendekatan solusinya pun harus terintegrasi—menghubungkan sains modern dengan kearifan lokal masyarakat adat,” ujarnya.
Staf Ahli Bidang Teknologi Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI Ir. Moch. Abduh, MS.Ed., PhD menekankan pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kepedulian terhadap keanekaragaman hayati. “Pendidikan keanekaragaman hayati tidak boleh sekadar menghafal spesies atau teori ekologi dari buku teks. Bentang alam kita harus menjadi ruang kelas, hutan kita menjadi laboratorium hidup, sungai menjadi sarana belajar, dan masyarakat menjadi sumber pengetahuan,” katanya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai pengelolaan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. “Menjaga dan melestarikan lingkungan tidak mungkin tanpa kolaborasi berbagai pihak mulai dari lembaga pendidikan, riset, pemerintah, hingga masyarakat,” ujar Dedie.
Konferensi tersebut mengangkat empat subtema, yakni pendidikan keanekaragaman hayati berbasis bentang alam, pengelolaan lahan suboptimal dan kawasan pascatambang, penghidupan berbasis alam, serta bioteknologi untuk biodiversitas, lingkungan dan perubahan iklim. Rangkaian ICTB 2026 juga mencakup peluncuran PROTIBAGURU, pameran inovasi, sesi presentasi ilmiah dan kunjungan ke Kebun Raya Bogor serta Kampus SEAMEO BIOTROP.
Melalui ICTB 2026, SEAMEO BIOTROP menargetkan penguatan jejaring penelitian, pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antara sains, pendidikan, kebijakan serta masyarakat. Forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi dan aksi yang mendukung pengelolaan biodiversitas serta pembangunan kawasan tropis yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....