IPB Kolaborasi Strategis dengan ICE Institute Tingkatkan Digitalisasi
- 28 Jul 2026 19:45 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Dalam upaya mempercepat transformasi pendidikan tinggi di era digital, IPB University memperkuat kolaborasi strategis dengan Indonesia Cyber Education (ICE) Institute. Kemitraan ini menjadi wujud komitmen kedua institusi dalam membangun ekosistem pembelajaran digital yang lebih inklusif, adaptif, dan mampu memperluas akses pendidikan lintas perguruan tinggi.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan, menyampaikan bahwa kemitraan dengan ICE Institute sejak tahun 2021 telah menghadirkan dampak nyata bagi perluasan akses pendidikan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya tercermin dari jumlah course maupun peserta, tetapi juga dari terbentuknya ekosistem pembelajaran lintas perguruan tinggi yang semakin terbuka.
“Melalui ICE Institute, lebih dari 4.000 mahasiswa lintas kampus telah belajar di IPB University, sementara ribuan mahasiswa IPB University memperoleh kesempatan memperluas pengetahuan di luar kampus. Ini merupakan bukti bahwa konsep borderless campus telah menjadi kenyataan,” ujarnya dalam acara talkshow dan peringatan lima tahun ICE Institute di Gedung Startup Center, Kota Bogor, Selasa 28 Juli 2026.
Selain itu, kolaborasi dalam konsorsium ICE Institute juga mendorong pengembangan kebijakan akademik, mulai dari standardisasi capaian pembelajaran hingga penyusunan kerangka micro-credential yang diharapkan dapat diakui secara nasional.
Lebih lanjut, Dr Alim menilai perkembangan teknologi internet dan kecerdasan buatan telah mengubah cara perguruan tinggi menyelenggarakan pembelajaran. Karena itu, menurutnya, transformasi digital tidak cukup hanya dengan memindahkan materi perkuliahan ke platform daring.
“Pembelajaran digital harus dirancang sejak awal untuk lingkungan digital, dengan tujuan pembelajaran yang jelas dan dapat diakses oleh berbagai tipe pembelajar. Tujuannya bukan menggantikan kelas tatap muka, melainkan memperkaya pengalaman belajar melalui kombinasi pembelajaran digital, pertemuan langsung, maupun praktik lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur ICE Institute, Dra Rahayu Dwi Riyanti, MA, mengungkapkan bahwa selama lima tahun terakhir ICE Institute telah berkembang menjadi marketplace pembelajaran daring terbesar di Indonesia. Saat ini, ICE Institute bekerja sama dengan lebih dari 50 mitra yang berasal dari perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa ICE Institute telah mengembangkan sekitar 1.800 courses, termasuk lebih dari 500 courses berbahasa Indonesia, serta menyediakan sekitar 16.000 international courses melalui kolaborasi dengan berbagai platform pembelajaran global. Hingga kini, platform tersebut telah menjangkau lebih dari 52.000 pengguna di Indonesia dan lebih dari 5.000 pengguna internasional.
“Pencapaian ini hanya dapat terwujud berkat kepercayaan dan kolaborasi seluruh mitra. Kami juga ingin terus menciptakan dampak yang lebih besar melalui inovasi, kolaborasi, dan pembelajaran sepanjang hayat,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IPB University Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana, mengatakan bahwa IPB University memiliki komitmen kuat dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi melalui pembelajaran digital. Komitmen tersebut telah ditunjukkan sejak awal berdirinya ICE Institute, di mana IPB University menjadi salah satu perguruan tinggi pendiri sekaligus terus berperan aktif dalam pengembangannya.
“Sejak awal, IPB University berkomitmen menjadi bagian dari pendirian ICE Institute. Kami juga menerapkan kebijakan pembelajaran yang fleksibel dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengambil hingga 20 Satuan Kredit Semester (SKS) di luar program studinya. Kebijakan ini telah dimanfaatkan oleh banyak mahasiswa untuk memperkaya kompetensi sesuai kebutuhan dan minat mereka,” ujarnya.
Direktur Transformasi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran (DTPTP) IPB University, Prof Yulin Lestari, menjelaskan bahwa partisipasi IPB University dalam ekosistem pembelajaran digital ICE Institute terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini ICE Institute telah menawarkan 10 mata kuliah melalui marketplace ICE Institute, lebih dari 6.000 mahasiswa IPB University telah mengakses berbagai mata kuliah yang tersedia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....