IPB University dan BRIN Luncurkan INNOBRIDGE Melalui Tiga Kolaborasi Riset
- 17 Sep 2026 22:22 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Kolaborasi riset antara IPB University dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diperkuat melalui peluncuran INNOBRIDGE (Innovation Network of BRIN–IPB for Research, Development, and Global Excellence). INNOBRIDGE diluncurkan di Gedung Inkubator Bisnis Halal, Science Techno Park (STP) IPB Taman Kencana, Kota Bogor, Kamis 17 September 2026.
Peluncuran tersebut dilakukan Kepala BRIN, Prof. Arif Satria bersama Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet. Platform ini disiapkan sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan kekuatan akademik, kepakaran peneliti, talenta, serta infrastruktur riset dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet mengatakan, kehadiran INNOBRIDGE merupakan kelanjutan dari hubungan kolaboratif yang telah terbangun antara IPB University dan BRIN.
“INNOBRIDGE hadir sebagai penguatan dari rekam jejak kolaborasi IPB University dan BRIN yang telah berkembang melalui berbagai skema kolaborasi di bidang riset maupun pendidikan,” kata Alim.
Menurutnya, kerja sama kedua institusi sebelumnya telah berjalan melalui berbagai skema, seperti Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), Pusat Kolaborasi Riset (PKR), Program Riset Invitasi Strategis (PRIS), serta sejumlah bentuk kolaborasi lainnya. Rekam jejak tersebut turut mendapat pengakuan melalui penghargaan BRIN kepada IPB University sebagai Top Kolaborator 2021-2024.
Alim menjelaskan, INNOBRIDGE selanjutnya akan menjadi wadah untuk mengintegrasikan berbagai potensi yang dimiliki kedua lembaga. IPB University memiliki kekuatan dalam bidang akademik dan kepakaran multidisiplin, sedangkan BRIN memiliki kapasitas nasional dalam pengembangan sumber daya, infrastruktur, dan ekosistem riset.
“IPB University memiliki kekuatan pada aspek akademik dan kepakaran multidisiplin yang didukung ekosistem pendidikan serta penelitian. Sementara BRIN memiliki mandat nasional dalam penguatan sumber daya, infrastruktur, dan ekosistem riset,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BRIN Prof Arif Satria menyebut perpaduan antara kapasitas akademik IPB University dan kekuatan riset BRIN menjadi bagian penting dalam pengembangan INNOBRIDGE.
“Kombinasi keunggulan akademik dan kapasitas riset nasional ini menjadi kekuatan utama INNOBRIDGE dalam membangun kolaborasi yang lebih terarah dan berdampak,” ujar Arif.
INNOBRIDGE akan diarahkan untuk mengembangkan riset strategis yang berkaitan dengan prioritas nasional sekaligus memiliki relevansi terhadap berbagai tantangan global. Terdapat tiga klaster utama yang menjadi fokus, yakni pangan dan pertanian, halal dan kesehatan, serta bioenergi, iklim, dan perikanan-kelautan.
Adapun bidang yang masuk dalam ruang lingkup pengembangan meliputi padi, bawang putih, kelapa sawit, kedelai dan substitusinya, smart agriculture, unggas dan pakan hewan, halal, one health dan zoonosis, pangan fungsional, biomedical products, bioenergi, karbon dan iklim, serta perikanan dan kelautan.
“Ruang lingkup riset yang dikembangkan mencakup padi, bawang putih, kelapa sawit, kedelai dan substitusinya, smart agriculture, unggas dan pakan hewan, halal, one health dan zoonosis, pangan fungsional, biomedical products, bioenergi, karbon dan iklim, serta perikanan dan kelautan,” ungkapnya.
Selain bidang tersebut, INNOBRIDGE juga akan mencakup kajian perkotaan-perdesaan dan kajian The Commons. Ketiga program tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara peneliti IPB University dan BRIN. Fokusnya mencakup pengembangan pakan ternak berkelanjutan, pengurangan emisi pada sistem peternakan tropis, serta pengembangan riset di bidang halal.
“Ketiga program tersebut menjadi bentuk konkret kolaborasi peneliti IPB University dan BRIN, mulai dari pengembangan pakan ternak berkelanjutan, upaya mengurangi emisi pada sistem peternakan tropis, hingga pengembangan riset di bidang halal,” terangnya.
Ke depan, INNOBRIDGE akan terus dikembangkan untuk memperluas jejaring kepakaran dan membuka peluang kolaborasi lintas disiplin. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai riset strategis yang dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
“Platform tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya riset strategis yang unggul, relevan, dan memberikan dampak nyata, sekaligus memperluas kontribusi riset dan inovasi Indonesia dalam menjawab kebutuhan nasional dan tantangan global,” tandasnya.
Peluncuran INNOBRIDGE turut ditandai dengan penandatanganan kontrak tiga program Pusat Kolaborasi Riset (PKR). Ketiganya yakni Collaborative Research Center for Next Generation Feed Additives for Sustainable Livestock Systems, CLARITY (Climate Livestock Action for Reducing Emissions in the Tropical Systems), serta PKR bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Halal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....