Mengenal Teknologi Modulasi FM, Cara Suara Diubah Menjadi Sinyal Radio

  • 18 Agt 2026 12:30 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • FM mengirim suara melalui perubahan frekuensi gelombang pembawa, sementara amplitudonya relatif tetap.
  • Kualitas siaran FM dipengaruhi deviasi frekuensi, dengan deviasi maksimum umum ±75 kHz yang digunakan sebagai 100% modulasi.

RRI.CO.ID, Bogor - Pernahkah kita bertanya bagaimana suara penyiar dapat terdengar jernih melalui radio FM? Di balik siaran tersebut terdapat teknologi Frequency Modulation atau FM, yaitu metode modulasi yang membawa informasi suara dengan mengubah frekuensi gelombang pembawa, sementara amplitudonya relatif tetap.

Dalam sistem FM, suara dari mikrofon terlebih dahulu diolah menjadi sinyal audio yang kemudian digunakan untuk mengubah frekuensi pembawa atau carrier. Menurut IEEE, frekuensi sesaat pada sinyal FM berubah secara proporsional terhadap sinyal informasi yang diberikan, sehingga perubahan suara diterjemahkan menjadi perubahan frekuensi radio.

Sebagai contoh, pada pemancar FM 106,8 MHz, frekuensi 106,8 MHz menjadi frekuensi pembawa ketika tidak ada modulasi. Saat audio masuk, frekuensi tersebut akan bergeser ke atas dan ke bawah dari frekuensi tengah sesuai dengan karakteristik sinyal suara yang dikirim.

Besarnya perubahan frekuensi tersebut disebut frequency deviation. Berdasarkan rekomendasi ITU-R BS.450, sistem siaran FM VHF menggunakan deviasi maksimum ±75 kHz atau ±50 kHz, tergantung standar yang diterapkan, sementara standar FM siaran yang umum digunakan menetapkan deviasi hingga ±75 kHz.

Dalam praktiknya, deviasi ±75 kHz dikenal sebagai kondisi 100 persen modulasi pada siaran FM. Dokumen FCC juga menjelaskan bahwa pada stasiun siaran FM, deviasi frekuensi sebesar ±75 kHz didefinisikan sebagai 100 persen modulasi.

Teknologi FM juga memiliki keunggulan dalam menghadapi gangguan berupa perubahan amplitudo atau amplitude noise. IEEE menjelaskan bahwa informasi pada FM berada pada perubahan frekuensi, sehingga penerima FM dapat menggunakan rangkaian limiter untuk mengurangi pengaruh gangguan amplitudo sebelum proses demodulasi.

Setelah sinyal FM diterima antena radio, rangkaian penerima melakukan proses demodulasi untuk mengubah perubahan frekuensi tersebut kembali menjadi sinyal audio. Sinyal audio kemudian diperkuat dan diteruskan ke speaker sehingga suara penyiar atau musik dapat didengar oleh pendengar.

Selain membawa suara, siaran FM stereo juga memiliki struktur sinyal yang lebih kompleks karena menggunakan sinyal multiplex. ITU-R BS.450 menjelaskan bahwa pada siaran stereo, sinyal pembawa FM dimodulasi oleh sinyal stereophonic multiplex yang menggabungkan informasi kanal suara kiri dan kanan.

Dengan demikian, modulasi FM bukan sekadar proses mengubah frekuensi pemancar, tetapi merupakan teknologi yang memungkinkan informasi audio dikirim melalui gelombang radio secara efisien. Memahami konsep frekuensi pembawa, deviasi, modulasi, dan demodulasi menjadi penting, terutama bagi pengelola dan teknisi stasiun radio dalam menjaga kualitas serta kestabilan siaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....