Raksasa Teknologi Masuk Dewan AI Pemerintahan Trump

  • 26 Mar 2026 13:38 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Pemerintahan Donald Trump kembali menunjukkan fokus besarnya pada pengembangan teknologi dengan menunjuk sejumlah tokoh industri ke dalam dewan penasihat sains dan teknologi. Langkah ini menegaskan komitmen Amerika Serikat dalam memperkuat posisi strategisnya di bidang kecerdasan buatan atau AI di tengah persaingan global.

Dikutip dari Reuters, Kamis 26 Maret 2026, Sejumlah nama besar dari industri teknologi masuk dalam daftar awal anggota dewan tersebut. Mereka di antaranya CEO Meta Mark Zuckerberg, Chairman Oracle Larry Ellison, serta CEO Nvidia Jensen Huang. Ketiganya dikenal sebagai figur kunci dalam perkembangan teknologi digital dan komputasi modern.

Selain itu, co-founder Google Sergey Brin dan CEO AMD Lisa Su juga turut bergabung dalam susunan awal dewan yang beranggotakan 13 orang dari kalangan industri. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya keterlibatan sektor swasta dalam perumusan kebijakan teknologi nasional.

Para tokoh tersebut akan tergabung dalam President's Council of Advisors on Science and Technology (PCAST), sebuah badan yang bertugas memberikan masukan strategis kepada presiden terkait kebijakan sains dan teknologi. Salah satu fokus utama dewan ini adalah merumuskan arah pengembangan AI di Amerika Serikat.

Pembentukan dewan ini sejalan dengan agenda besar Trump yang menjadikan AI sebagai prioritas utama dalam masa jabatan keduanya. Pemerintah AS memandang AI sebagai arena persaingan strategis, khususnya dengan China, yang juga agresif mengembangkan teknologi serupa.

Tak lama setelah kembali menjabat, Trump juga mendorong penyusunan AI Action Plan guna mengurangi hambatan regulasi dan mempercepat inovasi dari sektor swasta. Kebijakan ini diharapkan mampu membuka ruang lebih luas bagi perusahaan teknologi untuk berinvestasi dan berkembang.

Dewan penasihat ini diperkirakan akan memainkan peran penting dalam menentukan arah respons Amerika Serikat terhadap kompetisi global di bidang AI. Jumlah anggotanya pun direncanakan bertambah hingga 24 orang dalam waktu dekat, memperluas cakupan perspektif yang terlibat dalam pengambilan kebijakan.

Kepemimpinan dewan akan dipegang oleh penasihat AI dan kripto Gedung Putih David Sacks bersama penasihat teknologi Michael Kratsios. Keduanya diharapkan mampu menjembatani kepentingan pemerintah dan industri dalam merumuskan strategi teknologi nasional.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari sejumlah perusahaan teknologi. Meta dan Nvidia menilai pembentukan dewan ini akan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam pengembangan AI. Meski demikian, beberapa perusahaan lain masih memilih belum memberikan tanggapan resmi.

Tak hanya dari sektor teknologi digital, dewan ini juga melibatkan CEO Commonwealth Fusion Systems Bob Mumgaard. Kehadirannya dipandang sebagai sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan energi fusi, yang dinilai berpotensi menjadi sumber energi masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, AI memang menjadi motor utama investasi di Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan teknologi disebut siap menggelontorkan dana hingga triliunan dolar untuk mengembangkan teknologi ini, seiring dorongan pemerintah yang ingin mempercepat inovasi dan menjaga dominasi di kancah global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....