WhatsApp Kini Punya Fitur Khusus Perlindungan Anak

  • 05 Mei 2026 08:52 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kekhawatiran orang tua saat anak meminta izin menggunakan ponsel untuk berkomunikasi kini mendapat jawaban. Per awal Maret 2026, WhatsApp resmi meluncurkan fitur Parent-Managed Accounts, sebuah terobosan yang memungkinkan anak memiliki akun dengan pengawasan penuh dari orang tua.

Fitur ini hadir di tengah dilema yang kerap dihadapi keluarga modern. Di satu sisi, anak perlu dikenalkan pada teknologi dan komunikasi digital. Namun di sisi lain, risiko seperti interaksi dengan orang asing, paparan konten tidak sesuai usia, hingga keterlibatan dalam grup yang tidak terkontrol menjadi ancaman nyata.

Induk perusahaan WhatsApp, Meta, menyebutkan bahwa fitur ini dirancang khusus untuk anak di bawah usia 13 tahun, terutama rentang usia 10 hingga 12 tahun atau mengikuti batas usia minimum legal di masing-masing negara. Tujuannya adalah memberikan ruang aman bagi anak untuk belajar berkomunikasi secara digital tanpa harus terekspos pada ekosistem pengguna dewasa.

Dalam implementasinya, orang tua dapat membuat akun khusus anak dengan langkah yang relatif sederhana. Setelah menginstal aplikasi di ponsel anak, pengguna dapat memilih opsi “Buat Akun yang Dikelola Orang Tua”. Sistem kemudian akan meminta data anak, termasuk nomor telepon dan tanggal lahir, sebelum menghubungkan akun tersebut dengan perangkat orang tua melalui pemindaian kode QR. Proses ini dilengkapi dengan pembuatan PIN enam digit yang menjadi kunci utama pengaturan.

Keunggulan utama fitur ini terletak pada kontrol penuh yang berada di tangan orang tua. Seluruh pengaturan privasi dikunci dengan PIN, sehingga anak tidak dapat mengubahnya tanpa izin. Selain itu, setiap permintaan pesan dari nomor yang tidak dikenal maupun undangan masuk ke grup akan terlebih dahulu dikirim ke akun orang tua untuk disetujui atau ditolak.

Tidak hanya itu, orang tua juga dapat memantau aktivitas anak secara berkala. Mulai dari penambahan kontak baru, pemblokiran akun, hingga perubahan dalam grup yang diikuti, semuanya dapat diakses melalui menu Parental Controls. Pengaturan privasi pun dapat disesuaikan, termasuk siapa saja yang dapat melihat informasi profil anak atau menambahkan mereka ke dalam grup.

Sebagai bentuk perlindungan tambahan, sejumlah fitur dihilangkan dari akun anak. Di antaranya adalah Status Updates, Channels, Live Location, hingga fitur kecerdasan buatan dari Meta. Dengan demikian, penggunaan aplikasi difokuskan hanya untuk komunikasi dasar seperti pesan teks dan panggilan.

Meski demikian, aspek keamanan tetap menjadi prioritas. WhatsApp memastikan bahwa seluruh percakapan tetap dilindungi dengan sistem enkripsi end-to-end. Artinya, isi pesan tetap bersifat privat, namun akses terhadap siapa saja yang dapat berkomunikasi dengan anak sepenuhnya berada di bawah kendali orang tua.

Kendati fitur ini memberikan lapisan perlindungan tambahan, peran orang tua tetap tidak tergantikan. Komunikasi terbuka dengan anak mengenai aktivitas digital, serta edukasi tentang potensi risiko di dunia maya, tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan pengalaman berinternet yang aman dan sehat bagi generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....