Ratusan Mahasiswa Survey Program Kampung Nelayan Merah Putih
- 08 Des 2025 14:11 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Pemerintah melalui Kementrian dan Perikanan (KKP) mulai merencanakan pembangunan 1000 Kempung Nelayan Merah Putih di kawasan pesisir di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah menciptakan data yang terintegrasi dalam menata produktifitas hasil ikan tangkap di seluruh wilayah pesisir di Indonesia, termasuk menyediakan rantai pasok untuk industrinya melalui rantai pasok dingin dalam distribusi ikan dari para nelayan tangkap.
Staff Ahli Menteri bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Kementerian KKP, Trian Yunanda menjelaskan, kehadiran mahasiswa IPB University dan lainnya di lokasi calon Kampung Nelayang Merah Putih akan memberikan data lapangan secara komperensif.
Mulai dari jumlah nelayan dan keluarganya, perangkat yang mereka pergunakan, metode penangkapan hingga cara mereka menjual hasil tangkapan. Banyak nelayan yang tidak menggunakan es batu saat berlayar mengakibatkan pembuluh darah ikan hasil tangkapan pecah dan membusuk yang menjadikan harga ikan turun di pasaran.
"Ini menjadi langkah awal untuk kemajuan masyarakat pesisir, tentunya ikannya juga kita thread dengan rantai dingin, memastikan mutu ikan ini jauh lebih baik karena nelayan juga dari sekarang sudah mensosialisasikan, tidak hanya menangkap tapi juga memastikan off taker darinikan tangkapan nelayan," jelas Trian Yunanda, Minggu (8/12/2025).
Rencananya satu kampung nelayan merah putih akan terdapat satu industry pengolahan ikan termasuk mencetak 1 desa satu CEO yang akan merubah distribusi ikan di Indonesia. Dengan system yang terintegrasi ketersediaan ikan di seluruh Indonesia akan mudah terpantau sehingga disparitas harga ikan dan distribusinya lebih stabil.
Seperti di sampaikan Wakil Rektor 4 IPB University, Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar. Tidak hanya sector industry dan inovasi berbasis hasil perikanan di Kampung nelayan saja.
Ada juga pengembangan dan pola pendampingan dalam menggerakan ekowisata di pesisir.
"Model modelnbismis yang di kembangkan one product , one vilage one CEO jadi di situ ada one product kemudian ada innovatioan kemudian satu lagi one market, marketnya bisa domestik atau eksport internasional sudah dibuktikan kita di search sudah berapa desa yang terbukti berhasil melakukan ekaport," tambah Prof Zulkarnaen.
Kehadiran pasar dan CEO atau pengusaha di satu Kampung Nelayan Merah Putih akan menjadi kekuatan baru terutama pelaku nelayan tangkap dalam percaturan Industri perikanan tangkap berskala besar.
Asdir Divisi Kewirausahaan Sosial DPMA IPB University, Dr.rer.pol Mohammad Iqbal Irfany S.E., M.App.Ec, mengungkapkan Indonesia memiliki potensi perikanan yang besar yang seharusnya dapat memenuhi permintaan ikan dalam negeri secara mandiri.
"Ada tiga steps ini harus punya spesifik unggulan yakni produk dan ekowisata di step ke dua intervensi apa yang cocok di kampung tersebut dan step ke tiga nanti seperti apa pola pendampinga," tambah M Iqbal Irfany.
Giat Survei lapangan yang di ikuti para mahasiswa IPB University memiliki skala operasi yang masif, untuk menjangkau 17 provinsi, 97 kabupaten, dan 279 desa di seluruh Indonesia.

Relawan survey menjamin validitas dan akuntabilitas data di area yang luas tersebut, yang jumlahnya sebanyak 560 surveyor terbaik dari total 4.274 pendaftar berasal dari 72 perguruan tinggi di seluruh Indonesia salah satunya IPB University.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....