Akademisi IPB Dorong Penyuluhan Pertanian yang Responsif Gender
- 01 Des 2025 21:40 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Jumlah Petani Perempuan di Indonesia mencapai 4,2 juta orang. Jumlah itupun menunjukan besarnya peran perempuan dalam sistem pangan di tingkat hulu.
Menjawab tantangan itupun Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof Anna Fatchiya menyebut pentingnya penyuluhan pertanian yang responsif gender. Melalui cara tersebut menjadi strategi krusial dalam mewujudkan pembangunan pertanian dan pedesaan yang inklusif.
“Di Indonesia, jumlah perempuan petani mencapai 4,2 juta orang. Mereka memiliki kontribusi signifikan dalam sistem pangan, tetapi masih menghadapi ketimpangan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan,” ujar Prof Anna Fatchia, Senin (1/12/2025).
Menurut Prof Anna, langkah pertama yang perlu dibangun adalah mengubah pola penyuluhan yang selama ini cenderung maskulin. Pola penyuluhan harus didesain lebih inklusif, ramah bagi perempuan muda, dan memberi ruang bagi aspirasi serta kebutuhan mereka.
“Melibatkan kelompok perempuan muda dalam forum-forum desa sangat penting. Jika ruangnya bercampur, sering kali mereka tidak bisa bersuara. Maka ruang belajar kepemimpinan perempuan harus didorong secara sistematis,” jelasnya.
Peluang perempuan gen Z untuk menjadi motor inovasi agrikultur semakin terbuka lebar. Namun keberhasilan itu bergantung pada kesediaan mereka memanfaatkan teknologi untuk pengembangan kapasitas diri.
Saat ditanya mengenai potensi perempuan generasi Z menjadi motor inovasi pertanian, Prof Anna optimis. Kedekatan mereka dengan teknologi digital dapat menjadi alat kuat untuk mempercepat literasi gender, pertanian modern, hingga jejaring usaha.
“Gen Z hidup di era digital. Teknologi harus menjadi media dan metode kekinian agar mereka tertarik ke pertanian,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....