Museum Louvre Kembali Ditutup Akibat Aksi Protes Pegawai
- 16 Des 2025 16:39 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Museum Louvre di Paris terpaksa menutup operasionalnya pada Senin (15/12/2025) kemarin, setelah para pegawai menggelar aksi mogok kerja terkait kondisi kerja dan manajemen internal. Penutupan ini terjadi hanya dua bulan setelah museum tersebut diguncang kasus perampokan besar yang menyita perhatian dunia.
Aksi mogok dilakukan dengan berkumpulnya para pegawai di area piramida kaca, pintu masuk utama museum, sehingga ribuan wisatawan yang telah mengantre harus pulang dengan kekecewaan. Pihak museum memasang pengumuman resmi yang menyatakan operasional tidak dapat dijalankan akibat aksi tersebut.
Serikat pekerja menyebut mogok kerja didukung luas oleh berbagai lini pegawai, mulai dari petugas keamanan dan penerima tamu hingga kurator, peneliti, dan dokumentalis. Dari total sekitar 2.200 karyawan, sedikitnya 400 orang sepakat melakukan aksi ini sebagai bentuk protes atas kebijakan pengelolaan museum.
Aksi tersebut memperpanjang sorotan terhadap manajemen Louvre, yang sebelumnya telah dikritik menyusul perampokan perhiasan mahkota bernilai lebih dari 100 juta dolar AS pada siang hari. Insiden itu memicu pertanyaan serius tentang keamanan, kesiapan staf, dan kondisi fasilitas di museum paling ramai dikunjungi di dunia tersebut.
Selain masalah keamanan, kondisi bangunan juga menjadi sorotan. Dalam beberapa bulan terakhir, kebocoran air merusak ratusan koleksi arsip, sementara sejumlah galeri terpaksa ditutup karena struktur bangunan yang dinilai berisiko. Hal ini memperkuat keluhan lama pegawai soal kurangnya perawatan dan keterbatasan sumber daya.
Mogok kerja ini berpotensi berlanjut dan menimbulkan gangguan besar menjelang musim liburan akhir tahun, periode tersibuk bagi sektor pariwisata Paris. Louvre sendiri dijadwalkan tutup rutin pada Selasa, sementara keputusan lanjutan aksi akan dibahas pada pertengahan pekan.
Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Prancis sebelumnya telah mengumumkan rencana renovasi besar-besaran museum dengan anggaran ratusan juta euro. Namun, gelombang protes ini menunjukkan bahwa tantangan Louvre bukan hanya soal bangunan, melainkan juga kesejahteraan pekerja dan tata kelola di tengah lonjakan wisatawan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....