China Gencarkan Perlindungan Anak dari Ancaman Dunia Maya

  • 15 Jul 2025 21:46 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Pemerintah China memulai kampanye nasional selama dua bulan untuk memperkuat perlindungan anak-anak di bawah umur dari bahaya dunia maya selama liburan musim panas 2025. Inisiatif ini diumumkan oleh Kantor Komisi Urusan Dunia Maya Pusat pada Selasa (15/7/2025), seperti dilaporkan oleh Xinhua.

Kampanye ini bertujuan menekan penyebaran konten berbahaya serta menindak tegas aktivitas ilegal yang menyasar pengguna internet muda. Pemerintah menyebut langkah ini sebagai bagian penting dalam menjaga kesehatan mental dan fisik generasi muda di tengah meningkatnya aktivitas daring saat liburan.

Fokus pada Empat Ancaman Utama

Kampanye ini akan memusatkan perhatian pada empat jenis pelanggaran digital yang dinilai berisiko tinggi bagi anak-anak, yaitu:

  • Kekerasan dan perundungan digital terselubung, yang sering kali disamarkan melalui promosi produk edisi terbatas atau hadiah bertema selebritas.
  • Penyebaran nilai-nilai menyimpang, yang dikemas dalam format populer seperti komik atau cerita dongeng.
  • Ajakan ke aktivitas luring berbahaya, termasuk pertemuan offline yang berisiko bagi anak-anak.
  • Eksploitasi gambar anak-anak untuk keuntungan komersial, baik secara terbuka maupun terselubung.

Evaluasi Platform dan Teknologi

Tak hanya fokus pada konten, otoritas juga akan memantau bagaimana platform digital menerapkan fitur perlindungan anak di bawah umur. Pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap perangkat pintar untuk anak-anak, memastikan bahwa fitur dan kontennya aman dan layak konsumsi.

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) juga menjadi perhatian khusus, terutama jika penerapannya mendorong kecanduan atau memberikan dampak negatif lain pada anak-anak. Pemerintah menyoroti pentingnya tanggung jawab platform digital dalam membatasi penyalahgunaan teknologi terhadap kelompok usia rentan.

Langkah Tegas Terhadap Pelanggar

Dalam surat edaran resminya, otoritas dunia maya China meminta pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan, menegakkan sanksi hukum secara tegas terhadap pelanggar, dan mempublikasikan kasus yang sering terjadi sebagai bentuk edukasi publik dan pencegahan.

Kampanye ini mencerminkan komitmen China untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih sehat, aman, dan ramah anak, terutama saat mereka menghabiskan lebih banyak waktu di dunia daring selama liburan panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....