Celine Dion Kembali ke Panggung setelah Perjuangan Panjang Melawan Penyakit

  • 13 Sep 2026 13:28 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Celine Dion kembali menggelar konser penuh di Paris setelah enam tahun absen dan tampil di hadapan sekitar 30.000 penggemar.
  • Comeback Dion menjadi perjalanan panjang melawan Stiff Person Syndrome, kondisi autoimun langka yang menyebabkan kekakuan otot dan kejang.
  • Antusiasme penggemar datang dari berbagai negara, sementara Dion menyiapkan rangkaian 26 konser di Paris yang berlangsung dalam beberapa periode.

RRI.CO.ID, Bogor - Celine Dion kembali menggetarkan panggung Paris setelah enam tahun absen dari konser penuh akibat kondisi neurologis langka yang dideritanya. Penyanyi asal Kanada itu tampil di hadapan sekitar 30.000 penggemar dalam konser yang tiketnya terjual habis pada Sabtu, 12 September 2026.

Dion membuka penampilannya dengan lagu berbahasa Prancis “On ne change pas” yang dirilis pada era 1990-an. Momen tersebut berlangsung emosional karena menjadi penanda kembalinya sang diva ke panggung setelah melewati masa panjang penuh tantangan.

Kembalinya Dion menjadi sorotan setelah Stiff Person Syndrome memaksanya membatalkan sejumlah pertunjukan dan menjalani masa pemulihan yang panjang. Penyakit autoimun tersebut dapat menyebabkan kekakuan otot serta kejang yang menyakitkan dan hingga kini belum memiliki obat untuk menyembuhkannya.

Konser di Plenitude Arena menjadi bagian dari rangkaian penampilan Dion di Paris yang dijadwalkan berlangsung dalam 26 pertunjukan. Sebanyak 16 konser digelar pada September dan Oktober, sedangkan 10 pertunjukan lainnya dijadwalkan berlangsung pada Mei.

Antusiasme penggemar terlihat dari berbagai penjuru dunia yang datang ke Paris untuk menyaksikan langsung penampilan Dion. Sejumlah penggemar bahkan melakukan perjalanan dari Tahiti, sementara kawasan Paris dipenuhi berbagai kegiatan seperti pesta karaoke, kontes kostum, dan acara penghormatan untuk sang penyanyi.

Sambutan terhadap Dion juga terasa di luar arena konser ketika para penggemar menunggunya di sekitar hotel tempat ia menginap. Dion beberapa kali menyapa penggemar dan bahkan berinteraksi dengan mereka melalui nyanyian serta tarian hingga larut malam.

Penampilan tersebut kembali mengingatkan publik pada aksi kejutan Dion di Menara Eiffel saat membawakan “Hymne à l'amour” karya Edith Piaf dalam pembukaan Olimpiade Paris 2024. Momen itu menjadi salah satu penampilan penting Dion setelah kondisi kesehatannya membuat aktivitas panggungnya harus dibatasi.

Selama lebih dari empat dekade berkarier, Dion telah menjual sekitar 260 juta album dalam bahasa Inggris dan Prancis serta melahirkan sejumlah lagu populer dunia. Untuk mempersiapkan comeback-nya, Dion menjalani latihan intensif selama bertahun-tahun, termasuk balet, pilates, dan terapi suara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....