Piknik Kembali Menemukan Arah lewat Mini Album Astrometri

  • 30 Jul 2026 09:00 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Piknik, kembali menandai langkahnya di industri musik Indonesia dengan merilis mini album terbaru bertajuk Astrometri
  • Meski kini diperkuat wajah-wajah baru, Piknik tetap mempertahankan tiga personel yang telah menjadi fondasi perjalanan mereka sejak era awal
  • Astrometri bukan sekadar penanda kembalinya mereka ke panggung musik

RRI.CO.ID, Bogor - Band independen asal Bogor, Piknik, kembali menandai langkahnya di industri musik Indonesia dengan merilis mini album terbaru bertajuk Astrometri setelah sempat vakum selama lima tahun. Grup yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik independen Bogor sejak akhir 1990-an ini memilih kembali dengan formasi baru, materi segar, serta semangat yang lahir dari momen reuni pada tahun 2025. Meski kini diperkuat wajah-wajah baru, Piknik tetap mempertahankan tiga personel yang telah menjadi fondasi perjalanan mereka sejak era awal, yakni Aswin pada bass, Adit sebagai vokalis, dan Adri di balik drum. Kehadiran ketiganya menjadi benang merah yang menjaga karakter dan identitas musikal Piknik hingga saat ini. Astrometri pun menjadi bukti bahwa perjalanan panjang mereka belum benar-benar berakhir.

Piknik pertama kali terbentuk pada 1998 dengan nama Lolipop. Terinspirasi gelombang budaya Cool Britannia yang kala itu menyebar ke berbagai negara, mereka tumbuh bersama semangat musik pop alternatif Inggris yang kemudian akrab disebut musik indie. Di saat musik independen Indonesia mulai berkembang bersama nama-nama seperti Pure Saturday, Rumah Sakit, Cherry Bombshell, dan Planet Bumi, Piknik berhasil mencuri perhatian Warner Music Indonesia melalui album kompilasi KLIK! (Kumpulan Lagu Indonesia Terkini!). Lagu "Sinar" yang menjadi singel utama membawa nama mereka dikenal luas hingga video klipnya menghiasi layar televisi nasional.

Selepas kesuksesan tersebut, Piknik memilih melanjutkan perjalanan secara mandiri dengan merilis singel "Tak Bisa Lebih" pada 2003 dan mini album Attack!! pada 2005. Namun perjalanan mereka tidak selalu mulus. Pergantian personel hingga vakumnya aktivitas band menjadi tantangan yang harus dihadapi selama bertahun-tahun. Meski sempat merilis lagu "Gadis Kecil" pada 2021 dengan nama KinKip, geliat band baru benar-benar kembali terasa setelah panggung reuni tahun lalu membangkitkan semangat seluruh personel.

Vokalis Piknik, Adit, mengungkapkan bahwa ajakan tampil dari Dhoni, personel RooM, menjadi awal kebangkitan mereka. Meski sempat ragu karena salah satu gitaris sedang sakit, bantuan dari Deni Denol Noviandi (Neal/Swellow) dan Firman Aris (Eyeliner) membuat penampilan reuni tersebut akhirnya terwujud. Dari momen itulah muncul keinginan untuk kembali berkarya. Tak lama kemudian, Dito (Cause/A Curious Voynich) dan Firman Aris resmi bergabung sebagai gitaris, melengkapi formasi baru yang berpadu dengan tiga personel lama, yakni Aswin, Adit, dan Adri. Perpaduan pengalaman para personel lama dengan energi personel baru menjadi fondasi dalam mengembangkan materi untuk Astrometri.

Artwork mini album Piknik yang bertajuk Astrometri.
Foto: Dok. Piknik

Mini album tersebut lahir dari berbagai pengalaman personal para personelnya, mulai dari keresahan, keluarga, harapan, hingga pencarian arah hidup. Dito menjelaskan bahwa proses workshop dilakukan untuk menentukan lagu-lagu yang menjadi fondasi Astrometri. Sementara itu, Aris menilai setiap lagu dalam mini album ini menyajikan fase emosional yang saling terhubung, tetapi tetap dapat dinikmati secara terpisah karena masing-masing memiliki karakter musikal dan penyampaian lirik yang berbeda.

Direkam di Bens Studio Bogor, Astrometri menghidupkan kembali nuansa musik gitar era 1990-an dengan sentuhan shoegaze, indie rock, dream pop, hingga psychedelic. Lagu "Pusat Berita" dipilih sebagai singel utama karena dianggap mampu mewakili atmosfer mini album tersebut. Lagu ini mengangkat kisah tentang derasnya arus informasi, opini, dan ekspektasi yang datang dari berbagai arah hingga membuat seseorang kehilangan suara hatinya sendiri. Dalam proses produksinya, Piknik turut melibatkan Andi Idam Fauzi pada gitar serta Popo Hanoto pada permainan keyboard untuk memperkuat warna musik yang mereka inginkan.

Bagi Piknik, Astrometri bukan sekadar penanda kembalinya mereka ke panggung musik, melainkan sebuah kompas untuk melanjutkan perjalanan dengan identitas yang tetap mereka yakini. Keberadaan Aswin, Adit, dan Adri sebagai personel yang bertahan sejak perjalanan awal band menjadi simbol konsistensi sekaligus pengingat akan akar musikal Piknik. Dipadukan dengan semangat dan perspektif personel baru, mereka memilih tidak mengejar tren, melainkan percaya bahwa karya yang dibuat dengan kejujuran akan menemukan pendengarnya sendiri. Seperti yang disampaikan Aswin, Astrometri menjadi simbol perjalanan mencari arah dan cahaya dalam hidup, sekaligus keyakinan bahwa musik yang lahir dari ketulusan akan selalu menemukan jalannya menuju para penikmatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....