Peningkatan Kasus DBD Terjadi di Bogor, Masyarakat Diminta Waspada

  • 14 Feb 2026 15:21 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Hujan yang turun hampir setiap hari membawa kesejukan, tetapi juga menyimpan ancaman serius bernama demam berdarah dengue (DBD). Di balik genangan air yang terlihat biasa, justru menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti, penyebab DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Mediawati, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 terjadi peningkatan aktivitas kasus DBD dengan enam korban meninggal dunia. Ia mengimbau kepada masyarakat agar yang merasa memiliki gejala DBD, seges periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan munculnya bintik merah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurutnya, musim penghujan menjadi momentum krusial untuk memperkuat kewaspadaan kolektif karena lingkungan lembap mempercepat perkembangbiakan nyamuk pembawa virus dengue. Fusia menegaskan, pentingnya edukasi berkelanjutan kepada warga agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai benteng utama pencegahan.

Kondisi di Kabupaten Bogor, tidak jauh berbeda dengan Kota Bogor. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Bay Kusnadi, bahwa tren pasien DBD di Kota Bogor juga mengalami peningkatan sepanjang 2025 dengan dua kasus kematian. Aktivitas pelayanan pasien di sejumlah rumah sakit di kota tersebut pun meningkat, terutama saat curah hujan tinggi.

"Saat ini lonjakan pasien terlihat hampir merata di berbagai fasilitas kesehatan, sehingga sistem pelayanan harus siaga penuh," paparnya.

Bay mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu kondisi memburuk sebelum mencari pertolongan medis demi mencegah komplikasi yang berujung fatal. Tidak hanya pemerintah, perwakilan mahasiswa juga turut menyoroti masalah kesehatan terkait paparan DBD di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kader pemantau jentik nyamuk Kota Bogor, Kurniasih, mengatakan pihaknya terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk dari rumah ke rumah sebagai upaya edukasi langsung kepada warga.

"Kami menekankan bahwa pemeriksaan jentik secara rutin menjadi kunci memutus rantai perkembangbiakan nyamuk" imbuhnya.

Kader pemantau nyamuk asal Kabupaten Bogor, Marsih, juga mengajak masyarakat untuk menerapkan gerakan 3M, yakni menutup, mengubur, dan membuang barang yang berpotensi menampung air.

"Pentingnya gerakan pola hidup bersih dan sehat agar upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada petugas lapangan," tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Bogor, Fusia Mediawati, kembali menekankan agar masyarakat aktif mengikuti program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai strategi jangka panjang mencegah DBD.

"Seluruh rumah sakit di Kabupaten dan Kota Bogor telah siap menangani kasus gawat darurat DBD, sehingga warga diminta segera berobat bila mengalami gejala untuk memperbesar peluang keselamatan," ujarnya.

Pada akhirnya, mencegah DBD bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan kewaspadaan, gerakan 3M, dan konsistensi menjalankan Germas, ancaman DBD di musim hujan dapat ditekan secara masif demi melindungi generasi mendatang.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita