Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Dimulai dari Pasar Kota Bogor
- 09 Agt 2025 19:30 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Sampah bisa menjadi berkah dan bencana bagi kehidupan. Jika kita tidak mengolah sampah dengan baik maka bencana akan datang. Sejumlah tragedi musibah bencana alam seperti banjir tanah longsor di berbagai wilayah Bogor dan sekitarnya terjadi karena adanya tumpukan sampah yang menghambat aliran air.
Sampah menyumbat karena tidak terangkat dan terkelola dengan baik juga menimbulkan penyakit dan masalah lingkungan hidup yang lebih besar. Namun dengan tangan kreatif dan inovatif sekelompok masyarakat di kota Bogor mengubah sampah yang ada di pasar tradisional menjadi berkah untuk penghasilan.
Koordinator pengelola sampah di Pasar Bogor, Chandra Ramadhan menjelaskan, sampah di pasar tradisional menjadi berkah karena banyak tersedia berbagai kebutuhan bahan baku pengolahan menjadi bernilai ekonomi.
"Sampah yang masyarakat menganggap sebagai sesuatu yang kotor bau dan tidak layak untuk mempunyai nilai ekonomi dengan adanya berbagai cara kreatif dan inovatif maka bisa mengubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Saat ini sudah ada sistem pengolahan sampah di pasar tradisional dengan adanya penguraian menjadi pupuk pakan ternak dan ikan kemudian media tanam yang menghasilkan nilai ekonomi," ungkapnya, Sabtu (9/8/2025).
Mekanisme pengumpulan sampah hasil produksi jual beli di pasar tradisional kota Bogor terkumpul dan terpilah berdasarkan jenis komoditas dari sejumlah sayuran buah-buahan yang sudah terkelompokan menurut kebutuhan seperti karbohidrat protein atau mineral.
"Kemudian sampah yang sudah terkelompok berdasarkan kebutuhan hasil produksi di Pasar tradisional itu dimasukkan dalam mekanisme penguraian menggunakan binatang seperti maggot ulat atau keong agar nantinya menghasilkan sistem alam yang terdistribusi untuk kebutuhan pakan ternak ikan dan media tanam," tambahnya.
Sedangkan untuk sampah non organik maka menyiapkan pola daur ulang yang sudah tersedia di pengelolaan untuk menjadi nilai ekonomi seperti bahan pakaian bahan furniture atau plastik.
Manager kebersihan keamanan dan kenyamanan K3 Perumda Pasar Pakuan Jaya, Sri Karyanto mengungkapkan, saat ini memang terus mengubah pola pikir masyarakat terutama yang berada di pasar tradisional penjual dan pembeli.
"Banyak mereka yang membuang sampah tidak pada tempatnya bahkan berada di saluran air yang menyebabkan genangan bahkan banjir lintasan. Saat ini pola tersebut juga mendapat perhatian agar bisa berubah menjadi ramah lingkungan karena setiap harinya sampah dari pasar tradisional mencapai 60 hingga 80 m kubik yang setara dengan 10 truk setiap harinya," katanya, Sabtu (9/8/2025).
Menyikapi hal tersebut dinas lingkungan hidup Kota Bogor mengapresiasi kinerja dari perumda pasar pakuan Jaya Bersama sejumlah kelompok masyarakat untuk pengolahan sampah dari sumber pasar tradisional.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Deni Wismanto menilai langkah pasar menjadi salah satu cara agar menciptakan kehidupan yang lebih baik dengan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
"Sampah memang menjadi salah satu sumber permasalahan di pasar tradisional sehingga dengan kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya wujud nyata perbaikan lingkungan hidup. Pengolahan sampah berbasis masyarakat yang berlangsung di pasar tradisional perumda pasar pakuan Jaya sudah sangat bagus dengan adanya pola penguraian menggunakan binatang seperti maggot keong dan ulat sutra," tandasnya.
Dengan langkah yang berlangsung dari pengolahan sampah di pasar tradisional berbasis masyarakat maka untuk menuju mendapatkan piala Adipura untuk 3 kali berturut-turut sesuatu yang harus tercapai.
Memang saat ini pengolahan sampah di pasar tradisional merupakan ladang penghasilan baru dengan adanya progres dari semua masyarakat mendapatkan penghasilan yang cukup besar sebagai berkah keberadaan sampah.