Tradisi Imlek Berlangsung Ratusan Tahun di Bogor
- 01 Feb 2025 15:37 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Tradisi budaya Imlek sudah berlangsung sejak ratusan tahun di Bogor dan sekitarnya bahkan secara umum Indonesia juga sudah mengenal budaya dan tradisi tersebut.
Etnis Tionghoa merayakan Imlek dengan berbagai cara tradisi yang sudah ada sebagai tanda bersyukur dan menghormati leluhur yang sudah mendahului.
Masyarakat tionghoa dan juga salah satu pengurus Vihara Dhanagun, Frankie Sibald menjelaskan kegiatan bebersih itu sudah menjadi tradisi saat menjelang Imlek atau perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa.
Dalam penanggalan kalender Tionghoa maka setiap tanggal 24 bulan 12 maka sudah mulai melakukan bebersih lingkungan Vihara.
"Dalam bebersih ini seluruh wilayah vihara semuanya dimandikan termasuk rupang atau patung dewa dan altar tempat menyimpannya," katanya.
Tradisi lain dalam Imlek juga dengan melakukan Ayak abu sebagai penghormatan kepada leluhur yang sudah meninggal dunia
Salah seorang tokoh etnis Tionghoa di Bogor Arifin Himawan mengungkapkan selama menjelang Imlek banyak tradisi yang berlangsung sebagai jejak budaya leluhur.
"Salah satunya kegiatan ayak abu leluhur yang berlangsung untuk menghormati dan mendoakan nenek moyang yang sudah mendahului," ujarnya.
Meraih untung atau Cuan saat Imlek menjadi berkah bagi pedagang kue keranjang di kawasan Surya kencana Bogor.
Pantauan RRI, Sabtu (1/2/2025) saat perayaan Imlek dan menjelang Cap Go Meh pedagang musiman kue keranjang banyak di kawasan tersebut.
Salah seorang pedagang kue keranjang Leni Gita Isvara menjelaskan dalam masa Imlek kali ini banyak masyarakat yang berburu panganan khas Tionghoa"Banyak masyarakat yang memesan kue keranjang untuk keperluan Imlek dan Cap Go Meh ya peningkatannya lumayan lah untuk mencapai cuan," ungkapnya.
Sedangkan salah seorang tokoh etnis Tionghoa di Bogor lainnya Harlan Bengardi mengungkapkan dalam momentum Imlek tahun ular kayu menjadikan salah satu pertemuan dengan berbagai kalangan kelompok umur dari keluarganya.
"Tradisi makan bersama ini terjalin antara keluarga dan bertempat di ibu sebagai orang tua anak tertua keluarga besar dengan berkumpul bersama menyatukan tali silaturahmi," paparnya.
Dalam Imlek juga merupakan salah satu cara alkulturasi budaya dan juga pembauran etnis agar semua saling menyatu dalam bingkai Indonesia.
Terutama bagi generasi muda agar memahami makna persatuan dan kesatuan bangsa melalui berbagai etnis di Indonesia.
Salah seorang tokoh muda Etnis Tionghoa Bogor Nico Santoso mengungkapkan tradisi leluhur merupakan cara hidup menghormati apa yang sudah menjadi pembelajaran sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.
"Banyak pembelajaran tradisi yang berlangsung saat Imlek sehingga sebagai generasi muda menjadi contoh bagi masyarakat untuk meraih kejayaan," ungkapnya.
Selanjutnya sebagai generasi muda etnis Tionghoa juga melakukan pembauran dengan mulai akulturasi antar suku agama etnis dan antar golongan.
Indonesia merupakan negara dengan berbagai kearifan lokal termasuk di Bogor yang sudah hidup rukun dan damai sehingga saat Imlek menjadi momentum untuk mempereratnya.