BPS Kota Bogor Mulai Sensus Ekonomi 2026, Kenalkan Program “NGIBAR”

  • 13 Mei 2026 16:37 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor mulai menjalankan rangkaian Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, BPS memperkenalkan program “NGIBAR” atau “Ngisi Bareng” untuk membantu pelaku usaha mengisi data sensus secara mandiri.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Raden Gandari mengatakan, saat ini BPS tengah melakukan sejumlah tahapan persiapan, termasuk perekrutan petugas sensus dan pendampingan pengisian data bagi pelaku usaha menengah dan besar.

“Saat ini kami sedang menjalankan proses rekrutmen petugas, dan pendaftarannya sudah ditutup karena kuota telah terpenuhi. Selain itu, kami juga mulai melaksanakan program "NGIBAR" atau "Ngisi Bareng,"" ujar Gandari dalam dialog Beranda Asta Cita Pro 1 RRI Bogor, Rabu, 13 Mei 2026.

Kepala BPS Kota Bogor, Raden Gandari, dalam dialog Beranda Asta Cita di Pro 1 RRI Bogor, Rabu, 13 Mei 2026. (Foto: RRI/Alif Dayita)

Ia menjelaskan, program NGIBAR dilakukan untuk mendampingi pelaku usaha saat mengisi data melalui sistem Computer Assisted Web Interviewing (CAWI). Melalui metode ini, pelaku usaha dapat memasukkan data usahanya secara langsung melalui sistem digital.

Mekanisme pengisian mandiri tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan data responden. Data yang diisi pelaku usaha akan langsung masuk ke server BPS tanpa melalui petugas lapangan.

BPS Kota Bogor juga meminta pelaku usaha menyiapkan dokumen dan data usaha sebelum proses pengisian dilakukan. Langkah tersebut dinilai penting agar proses sensus berjalan lebih cepat dan akurat.

Selain usaha menengah dan besar, pelaksanaan sensus ekonomi juga menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). BPS mencatat sekitar 97 persen unit usaha di Kota Bogor berasal dari sektor UMKM.

“UMKM justru menjadi yang paling dominan di Kota Bogor,” katanya.

Untuk menjangkau pelaku UMKM dan usaha rumahan, BPS akan melakukan pendataan door to door mulai pertengahan Juni hingga Agustus 2026. Petugas nantinya akan mendatangi rumah maupun lokasi usaha masyarakat secara langsung.

Gandari mengimbau masyarakat tidak khawatir apabila didatangi petugas sensus ekonomi. Ia memastikan seluruh petugas resmi akan dilengkapi rompi berwarna oranye gelap, tanda pengenal, serta surat tugas resmi dari BPS.

BPS menambahkan partisipasi masyarakat sangat penting karena data sensus ekonomi akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan pengembangan usaha di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....