BPS: Kota Bogor Alami Inflasi 4,89% Secara Tahun ke Tahun pada Februari 2026

  • 04 Mar 2026 21:26 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor merilis data inflasi pada bulan Februari 2026, tercatat sebesar 0,91 persen secara bulan ke bulan (b-ke-b). Bila dibandingkan Februari 2025 terjadi deflasi sebesar -0,73 persen. Secara tahunan inflasi Kota Bogor sebesar 4,89 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 0,70 persen.

Kepala BPS Kota Bogor, Gandari Adianti, menjelaskan, bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) juga naik sebesar 111,24 pada Februari 2026.

”Terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 110,24 pada Januari 2026 menjadi 111,24 pada Februari 2026”, jelas Kepala BPS Kota Bogor Gandari Adianti.

Inflasi bulan ke bulan (b-ke-b) pada bulan Februari, dari 11 kelompok pengeluaran, terdapat 8 kelompok pengeluaran mengalami inflasi, 2 kelompok pengeluaran mengalami deflasi dan 1 kelompok pengeluaran tidak mengalami perubahan indeks harga atau sangat kecil.

Dilihat dari urutan andil terbesar, Kelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kelompok Makanan, Minuman, Rokok dan Tembakau inflasi sebesar 2,46 persen dengan andil sebesar 0,65 persen, diikuti dengan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang mengalami inflasi sebesar 3,61 persen dengan andil inflasi sebesar 0,22 persen.

Berikutnya Kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan inflasi 0,59 persen dengan andil 0,03 persen, kelompok Pakaian dan Alas Kaki inflasi 0,17 persen dengan andil 0,01 persen, Kelompok Kesehatan inflasi 0,36 persen dengan andil 0,01 persen, Kelompok Pendidikan inflasi 0,17 persen dengan andil 0,01 persen.

Sementara Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran inflasi 0,08 persen dengan andil 0,01 persen, dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 0,01 persen namun dengan andil yang tidak signifikan terhadap inflasi Kota Bogor.

Penyesuaian penurunan harga BBM juga menyebabkan Kelompok Transportasi deflasi 0,29 persen dengan andil -0,03 persen, Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga juga mengalami deflasi 0,09 namun dengan andil yang tidak signifikan terhadap deflasi Kota Bogor.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan harga di bulan Februari 2026 adalah Kelompok Rekreasi, Olahraga, & Budaya. Komoditas penyumbang utama inflasi bulan ke bulan (b-ke-b) adalah naiknya harga emas perhiasan, cabai rawit, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, beras dan telur ayam ras.

Penyumbang utama kelompok Inflasi tahun ke tahun (t-ke-t) pada posisi bulan Februari 2026 adalah kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga inflasi sebesar 11,37 dengan andil sebesar 2,31 persen, diikuti kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yaitu sebesar 19,66 persen dengan andil inflasi sebesar 1,08 persen dan Kelompok Makanan, Minuman, Rokok dan Tembakau inflasi sebesar 3,37 persen dengan andil sebesar 0,93 persen.

Komoditas penyumbang inflasi tertinggi secara t-ke-t adalah Komoditas tarif listrik, emas perhiasan, bawang merah, daging ayam ras, kontrak rumah, beras, upah ART, sewa rumah dan telur ayam ras. Sedangkan komoditas penyumbang deflasi tertinggi tahun ke tahun adalah cabai merah, bensin, bawang putih, kentang dan bahan bakar rumahtangga/gas elpiji.

Sementara itu, Gandari juga memaparkan, inflasi menurut wilayah 10 Kabupaten/Kota di Jawa Barat pada bulan Februari 2026. Menurutnya seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat, mengalami inflasi secara bulan ke bulan dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,97 persen dan inflasi terendah di Kota Bandung dan Kota Depok sebesar 0,65 persen. Kota Bogor menempati posisi inflasi b-ke-b tertinggi ketiga di Provinsi Jawa Barat yaitu sebesar 0,91 persen.

“Inflasi tahun ke tahun tertinggi di Kabupaten Majalengka sebesar 4,99 persen dan terendah di Kabupaten Subang sebesar 4,41 persen, Kota Bogor menempati inflasi t-ke-t tertinggi ketiga di Provinsi Jawa Barat sebesar 4,89 persen. Gabungan 10 Kab/Kota mengakibatkan inflasi bulan ke bulan Jawa Barat sebesar 0,81 persen dan Nasional inflasi sebesar 0,68 persen.” tutup Kepala BPS Kota Bogor, Gandari Adianti.

Rekomendasi Berita