Waspada Fiskal Indonesia, Kenaikan Minyak Mentah Dunia Sebabkan Defisit APBN
- 04 Mar 2026 08:58 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Tren harga minyak mentah dinia saat ini sedang mengalami lonjakan yang signifikan, setelah terjadinya ketegangan dikawasan Timur Tengah, akibat konflik Israel, Amerika vs Iran.
Saat ini harga Crude Price Oil (CPO) sudah berada pada kisaran 92 US Dollar perbarel, angka tersebut jauh diatas Asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 ditetapkan sebesar US$70 per barel.
"Setiap kenaikan 1 dollar AS harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price menambah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026 sebesar Rp 6,3 triliun, begitu juga terhadap belanja pemerintah pusat ini akan ada kenaikan 10 triliun rupiah," kata Bhima Yudhistira Adhinegara, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Rabu, 4 Maret 2026.
Kenaikan harga minyak mentah dunia diatas asumsi harga pemerintah. Menurut Bhima, juga akan menyebabkan pemerintah butuh biaya tambahan belanja subsidi kurang lebih sebesar Rp500 triliun.
Meski tekanan fiskal meningkat, hasil uji ketahanan menunjukkan defisit tetap berada di bawah tiga persen terhadap PDB.