Ancaman Kelangkaan BBM, Momentum Pemerintah Kembangkan Energi Alternatif

  • 06 Mar 2026 15:11 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Ketahanan energi Indonesia menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, setelah konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran memanas. Isu mengenai stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup sekitar 20–25 hari, memicu kekhawatiran di masyarakat terkait kemampuan Indonesia menghadapi gangguan pasokan energi.

Tidak hanya BBM, masalah yang juga menghantui Indonesia adalah pasokan LPG yang kemungkinan juga akan terhambat, di mana ketergantungan Indonesia akan impor LPG di angka 72 persen. Indonesia pun harus segera mengambil sikap dan langkah dalam mengantisipasi potensi terhambatnya pasokan energi.

Permasalahan ketahanan energi tidak hanya dilihat dari kemampuan storage Indonesia yang hanya mampu bisa menampung BBM selama maksimal 25 hari, yang diikuti dengan produksi minyak mentah Indonesia diangka kurang lebih hanya 600 ribu barel perhari. Namun, sampai saat ini Indonesia belum mampu menyediakan energi alternatif guna mencegah kelangkaan BBM di tengah masyarakat.

Sebenarnya di Indonesia pada akhir November 2025 muncul energi alternatif berbasis jerami yang diberi nama Bobibos. Bahkan Bobibos sempat diujicobakan kepada kendaran bermotor berbasis bensin dan solar dan berhasil, namun masih terkendali izin edar secara komersil dan dikabarkan justru akan digunakan oleh negara negara lain diluar Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Dewan Pembina Bobibos, yang juga Anggota DPR RI Komisi XI, Mulyadi, mengungkapkan bahwa kondisi saat ini merupakan momentum Indonesia mengembangkan energi alternatif, dan Bobibos sudah ada dan siap dikembangkan.

“Momentum saat ini menunjukan betapa pentingnya kita meriset terkait kemandirian energi, maka BOBIBOSS sebagai bagian karya anak bangsa harusnya bisa diberi ruang dan dikembangkan karena ini tidak hanya berguna bagi masyarakat, tapi juga berguna bagi kemandirian energi,” kata Mulyadi di Bogor, Jumat, 6 Maret 2026.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, meluruskan informasi yang beredar mengenai stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari. Menurut Bahlil, angka tersebut bukan menunjukkan kondisi darurat pasokan energi, melainkan menggambarkan kapasitas penyimpanan BBM yang dimiliki Indonesia saat ini.

Rekomendasi Berita