Bukan Hanya BBM, Indonesia Terancam Krisis LPG akibat Ketegangan di Timteng
- 04 Mar 2026 07:35 WIB
- Bogor
RRI.CO. ID, Bogor - Penutupan Selat Hormuz rupanya tidak hanya akan berpengaruh terhadap langkanya pasokan BBM ke berbagai wilayah di dunia termasuk ke Indonesia, namun kondisi tersebut juga berpotensi akan menyebabkan kelangkaan LPG ke Indonesia.
Karena sebagian besar pasokan LPG nasional berasal dari impor dari timur tengah, dimana jalur produksi dan distribusi akan terhambat akibat ketegangan di kawasan timur tengah, dan penutupan Selat Hormuz.
Menyikapi kondisi itu Direktur Ekesekutif Reforminer institute, Komaidi Notonegoro, mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus mengantisipasi kelangkaan BBM. Namun justru yang lebih berbahaya adalah terjadinya krisis LPG yang langsung berhubungan dengan dapur rumah tangga, sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Saat ini Indonesia hanya bisa memproduksi 1,2 Juta metrik ton pertahun dari total kebutuhan sebesar 9 juta metrik ton pertahun, sehingga kebutuhan impor kita dikisaran 7,2 juta metrik ton pertahun dan selama ini sumbernya hanya dari dua wilayah yaitu amerika serikat sebesar 52 persen dan dari timur tengah 48%, dan kedua kawasan tersebut saat ini sedang terlibat dalam konflik yang sedng terjadi,” kata Komaidi, Rabu, 4 Maret 2026.
Hal ini menjadi eskalasi terbaru sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke negara itu, Sabtu lalu. Serangan yang dinamakan Trump Operation Epic Furry itu sendiri telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.
Akibatnya Iran membalas dendam dengan menembakkan rudal ke Israel dan negara Teluk yang menjadi basis pangkalan militer tentara Amerika, seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA dan Arab Saudi. Hizbullah, kelompok militer faksi Iran di Lebanon, juga mengatakan akan membela Iran dan membalas kematian Khamenei.