Pakar IPB Soroti Lemahnya Perlindungan Konsumen E-Commerce

  • 13 Feb 2026 13:23 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Perkembangan transaksi elektronik dan aktivitas ekonomi digital memiliki banyak kelemahan. Kelemahan tersebut adalah semakin tingginya resiko yang harus dirasakan oleh konsumennya. Tidak tanggung tanggung 80% pengguna internet diIndonesia tidak menyadari hal tersebut.

Guru Besar Tetap Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof. Dr. Megawati Simanjuntak, S.P., M.Si, mengungkapkan kerentanan konsumen e-commerce tercermin dari tingginya jumlah pengaduan serta lonjakan kerugian finansial yang dialami konsumen.

“ Indeks Keberdayaan Konsumen nasional menunjukkan tren meningkat, dari kategori paham pada awal periode pengukuran hingga mencapai kategori kritis pada 2025,” ujarnya saat konferensi pers pra orasi ilmiah pada Kamis 12 Februari 2026.

Beragam kemudahan yang ditawarkan e-commerce, mulai dari efisiensi biaya, fleksibilitas waktu dan tempat, hingga kemudahan akses informasi, mendorong adopsi masif oleh konsumen. Namun di balik peluang ekonomi yang besar tersebut, konsumen justru dihadapkan pada peningkatan risiko dan kerentanan dalam transaksi digital.

Dalam konteks kelembagaan, sistem hukum perlindungan konsumen di Indonesia dinilai telah memiliki fondasi yang relatif lengkap. Namun tantangan utama masih terletak pada penegakan hukum di ruang digital, khususnya terkait yurisdiksi lintas negara, efektivitas online dispute resolution, kesenjangan literasi digital, serta ketimpangan posisi tawar antara konsumen dan platform besar.

" Risiko dalam transaksi e-commerce pun semakin kompleks, mencakup penipuan daring, pelanggaran data pribadi, misinformasi, hingga praktik manipulatif seperti dark pattern. Rendahnya kesadaran dan kemampuan konsumen dalam mendeteksi praktik tersebut membuat keputusan belanja kerap dipengaruhi oleh desain antarmuka dan iklan yang menyesatkan," tambah Prof Megawati.

Konsumen yang terlindungi dan berdaya merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi digital. Pertumbuhan ekonomi yang besar seharusnya juga adil, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita