Jamu, Warisan Kesehatan Tradisional yang Tetap Hidup di Indonesia

  • 21 Sep 2026 07:40 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Jamu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak lama dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tradisi ini tidak hanya berkaitan dengan ramuan berbahan tumbuhan, tetapi juga mencerminkan pengetahuan dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Dilansir dari laman Kementerian Kebudayaan, Budaya Sehat Jamu merupakan warisan tradisi kesehatan yang berkembang di berbagai kehidupan masyarakat Nusantara. Pengetahuan tersebut mencakup pemilihan bahan, pengolahan, peracikan, hingga cara mengonsumsi jamu yang diwariskan secara turun-temurun.

Jejak tradisi jamu juga dapat ditemukan dalam berbagai peninggalan sejarah Nusantara. Relief Candi Borobudur dari sekitar abad ke-8, misalnya, menggambarkan aktivitas yang berkaitan dengan pengolahan bahan untuk perawatan dan pemulihan tubuh.

Pengetahuan mengenai jamu kemudian terus berkembang dan tercatat dalam sejumlah naskah kuno. Di antaranya Kakawin Ramayana, Serat Centhini, serta berbagai naskah yang memuat pengetahuan mengenai tanaman dan ramuan tradisional.

Dalam perkembangannya, jamu tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan kerajaan atau kalangan tertentu. Tradisi tersebut kemudian menyebar dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, termasuk melalui keberadaan penjual jamu yang berkeliling dari satu tempat ke tempat lain.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan jamu juga menunjukkan hubungan erat antara tradisi kesehatan dan kekayaan alam Indonesia. Jahe, kunyit, kencur, lengkuas, serta berbagai rempah menjadi bagian dari bahan yang digunakan dalam sejumlah ramuan tradisional.

Budaya Sehat Jamu tidak hanya mencakup minuman yang dikonsumsi, tetapi juga seluruh pengetahuan dan praktik yang menyertainya. Proses tersebut meliputi penanaman dan pemanenan bahan, pengolahan secara tradisional seperti menumbuk dan merebus, hingga pewarisan pengetahuan kepada generasi berikutnya.

Budaya Sehat Jamu juga telah mendapat pengakuan internasional setelah masuk dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO pada 6 Desember 2023. Pengakuan tersebut menempatkan jamu sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia yang memiliki nilai pengetahuan, praktik sosial, serta hubungan antara manusia dan alam.

Keberadaan jamu hingga kini menunjukkan bahwa tradisi kesehatan masyarakat dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar budayanya. Pelestarian jamu bukan hanya mempertahankan ramuan tradisional, tetapi juga menjaga pengetahuan, keterampilan, dan nilai budaya yang telah diwariskan masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....