Dedie Rachim Soroti Nilai Persaudaraan dalam Kirab Milangkala Tatar Sunda
- 08 Mei 2026 08:15 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Makna dalam Kirab Milangkala Tatar Pasundan untuk saling bersatu di wilayah Jawa Barat diungkapkan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelang pelaksanaan kirab budaya yang digelar hari ini, Jumat, 8 Mei 2026
- Melalui arak-arakan dari Batu Tulis menuju Lawang Surya Kencana, masyarakat diharapkan tidak melupakan jati diri sebagai bangsa yang memiliki adat istiadat luhur serta nilai budaya yang tinggi.
RRI.CO.ID, Bogor – Makna dalam Kirab Milangkala Tatar Pasundan untuk saling bersatu di wilayah Jawa Barat diungkapkan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelang pelaksanaan kirab budaya yang digelar hari ini, Jumat, 8 Mei 2026. Kirab budaya tersebut berlangsung dari kawasan Batu Tulis menuju Lawang Surya Kencana dan dijadwalkan dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pemerintah Kota Bogor sebelumnya melakukan persiapan akhir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Agenda budaya Milangkala Tatar Pasundan menjadi bagian dari pelestarian tradisi Sunda yang sarat nilai sejarah dan filosofi masyarakat Pasundan.
Dedie Rachim meninjau langsung kesiapan lokasi kirab dengan mendatangi Situs Batu Tulis dan Museum Pajajaran pada Kamis, 7 Mei 2026. Peninjauan dilakukan bersama tim Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor.
Dalam keterangannya, Dedie menilai penguatan literasi budaya penting dilakukan di tengah perkembangan zaman modern. Ia mengatakan kecintaan terhadap budaya daerah harus terus dibangun agar generasi muda memahami akar sejarah dan tradisi leluhur Sunda.
Menurut Dedie, keberadaan Batu Tulis bukan hanya situs sejarah, tetapi juga simbol karakter masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong.
“Semangat guyub dan saling membantu yang diwariskan leluhur harus tetap dijaga sebagai bagian dari identitas masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Chandrawulan, menjelaskan kirab budaya tersebut menjadi salah satu bentuk pelestarian warisan Sunda. Ia menyebut Mahkota Binokasih merupakan simbol kejayaan Tatar Pasundan pada masa kerajaan dengan sosok Raja Siliwangi yang dikenal luas dalam sejarah Sunda.
Kirab Milangkala Tatar Pasundan nantinya menggambarkan prosesi penobatan Raja Siliwangi sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Sunda. Melalui arak-arakan dari Batu Tulis menuju Lawang Surya Kencana, masyarakat diharapkan tidak melupakan jati diri sebagai bangsa yang memiliki adat istiadat luhur serta nilai budaya yang tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....