Doa Iftitah, Pembuka Komunikasi Hamba dengan Allah
- 14 Sep 2026 09:36 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Doa iftitah sesuai namanya merupakan doa pembuka yang mengawali rangkaian ibadah salat dan mengandung makna penyerahan diri kepada Allah.
- Memahami makna doa iftitah dapat membantu menghadirkan kesadaran bahwa salat merupakan bentuk komunikasi seorang hamba dengan Allah.
- Penghayatan terhadap bacaan salat dapat membuat ibadah tidak sekadar dipandang sebagai kewajiban, tetapi menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah.
RRI.CO.ID, Bogor - Doa iftitah menjadi salah satu bacaan yang mengawali pelaksanaan salat. Namun, doa yang dibaca setelah takbiratul ihram tersebut tidak sekadar berfungsi sebagai pembuka rangkaian bacaan dalam salat, melainkan juga memiliki makna mendalam tentang hubungan seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Hal tersebut disampaikan K.H. Mahfud Hidayat, Lc., S.S.I., M.E.I. dalam program siaran Mutiara Pagi Pro1 RRI Bogor, Senin, 14 September 2026. Menurutnya, sesuai dengan namanya, doa iftitah merupakan doa pembuka yang dapat menjadi pintu awal untuk menghadirkan komunikasi spiritual antara manusia dengan Allah.
“Doa iftitah itu memang sesuai dengan namanya adalah doa pembuka. Dan salat itu banyak sekali berisi doa,” ujar K.H Mahfud.
Ia menjelaskan, doa iftitah mengandung makna penyerahan diri kepada Allah sekaligus menjadi momentum untuk membangun kesadaran bahwa salat merupakan bentuk komunikasi seorang hamba dengan Sang Pencipta. Karena itu, memahami arti bacaan iftitah dinilai penting agar salat tidak hanya dilakukan sebatas menggugurkan kewajiban.
K.H. Mahfud mengibaratkan komunikasi dengan Allah seperti seseorang yang membutuhkan sinyal agar dapat terhubung dengan baik. “Ketika komunikasi supaya terhubung, ada di situ suaranya harus jelas, sinyalnya harus kuat, baterainya jangan sampai low dan sebagainya, supaya di situ komunikasi lancar,” katanya.
Menurutnya, ketika makna doa iftitah benar-benar dipahami dan dihayati, seorang muslim dapat merasakan keterhubungan yang lebih kuat dalam salat. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membuat ibadah terasa lebih nikmat, khusyuk, dan tidak sekadar menjadi rutinitas yang harus segera diselesaikan.
“Namun orang yang memahami doa iftitah tidak hanya sebatas kewajiban, tapi dia juga menyelami salat itu dengan nikmat karena sudah terbuka komunikasi melalui doa iftitah,” tuturnya.
K.H. Mahfud mengingatkan, pemahaman terhadap bacaan salat dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Dengan memahami makna setiap doa dan bacaan, salat diharapkan tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari kesibukan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....