Tips Merawat Kendaraan Saat Terjadi Hujan Abu Vulkanik

  • 08 Sep 2026 15:42 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Hujan abu vulkanik tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi kendaraan. Partikel abu yang sangat halus dapat menempel pada bodi kendaraan, masuk ke sistem penyaringan udara, hingga berpotensi mengganggu komponen mesin apabila tidak segera dibersihkan dengan cara yang tepat.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak hujan abu vulkanik, kendaraan sebaiknya mendapatkan perhatian lebih. Membersihkan kendaraan secara sembarangan justru dapat menyebabkan permukaan bodi tergores karena partikel abu vulkanik yang menempel dapat bersifat abrasif.

Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kendaraan tetap aman selama dan setelah terjadi hujan abu vulkanik.

1. Hindari menggunakan kendaraan jika tidak mendesak

bila masih terjadi hujan abu kurangi. Selain mengurangi risiko kendaraan terpapar abu, keputusan ini juga membantu mencegah abu masuk lebih banyak ke dalam sistem mesin dan kabin.

Jika harus berkendara, gunakan pelindung seperti masker dan pastikan jarak pandang serta kondisi jalan masih memungkinkan untuk dilalui dengan aman.

2. Jangan langsung mengelap bodi kendaraan

Abu vulkanik yang menempel pada permukaan kendaraan sebaiknya tidak langsung dilap menggunakan kain kering. Gesekan antara kain, abu, dan permukaan cat dapat menimbulkan goresan halus.

Sebelum membersihkan, bilas kendaraan menggunakan air dengan tekanan yang tidak terlalu tinggi untuk membantu mengangkat partikel abu dari permukaan.

3. Gunakan air dan sabun khusus kendaraan

Setelah sebagian besar abu terangkat, kendaraan dapat dicuci menggunakan air bersih dan sabun khusus kendaraan. Gunakan spons atau kain microfiber yang bersih dan lakukan secara perlahan.

Hindari menggunakan kain yang sudah kotor untuk menggosok bagian lain karena abu yang tertinggal pada kain dapat kembali menggores permukaan kendaraan.

4. Periksa dan bersihkan filter udara

Salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian setelah kendaraan terpapar abu vulkanik adalah filter udara. Partikel abu dapat menumpuk dan menghambat aliran udara menuju mesin.

Filter udara perlu diperiksa dan, jika sudah terlalu kotor atau sesuai rekomendasi pabrikan, diganti. Untuk kendaraan dengan filter yang dapat dibersihkan, lakukan perawatan sesuai petunjuk produsen.

4. Perhatikan filter kabin

Bagi kendaraan roda empat, filter kabin juga penting diperiksa. Komponen ini berfungsi menyaring udara yang masuk ke dalam kabin. Paparan abu dalam jumlah banyak dapat membuat filter cepat kotor sehingga sirkulasi udara di dalam kendaraan terganggu.

Jika muncul bau tidak biasa atau aliran udara dari AC terasa melemah setelah kendaraan terpapar abu, pemeriksaan filter kabin dapat menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan.

5. Jangan lupa membersihkan bagian bawah kendaraan

Abu vulkanik tidak hanya menempel pada bagian yang terlihat. Partikel tersebut juga dapat masuk ke bagian bawah kendaraan, sela-sela roda, dan komponen lainnya.

Setelah kondisi memungkinkan, bersihkan bagian bawah kendaraan menggunakan air. Langkah ini membantu mengurangi penumpukan material yang dapat bercampur dengan air dan kotoran lainnya.

6. Periksa sistem pengereman dan ban

Abu yang menumpuk di sekitar roda juga perlu diperhatikan. Bersihkan area roda dan periksa kondisi ban sebelum kembali melakukan perjalanan.

Pengendara juga perlu memastikan sistem pengereman bekerja normal. Jika muncul suara atau sensasi pengereman yang berbeda setelah kendaraan terkena abu, sebaiknya kendaraan diperiksa di bengkel.

7. Jangan menyalakan mesin sebelum abu berlebih dibersihkan

Jika kendaraan terparkir di luar ruangan dan terkena paparan abu cukup tebal, sebaiknya jangan terburu-buru menyalakan mesin. Bersihkan terlebih dahulu bagian kendaraan yang berpotensi menjadi jalur masuknya abu, terutama area sistem asupan udara.

Untuk kondisi kendaraan yang terkena abu dalam jumlah sangat banyak, pemeriksaan oleh teknisi atau bengkel menjadi pilihan yang lebih aman.

8. Gunakan penutup kendaraan dengan tepat

Jika kendaraan harus diparkir di luar ruangan saat terjadi hujan abu, penutup kendaraan dapat digunakan untuk mengurangi paparan langsung. Namun, jangan menutup kendaraan dengan cara yang justru membuat abu terjebak di antara penutup dan permukaan bodi.

Setelah hujan abu berhenti, bersihkan kendaraan terlebih dahulu sebelum melepas atau memindahkan penutup agar abu tidak kembali menyebar ke permukaan kendaraan.

9. Lakukan pemeriksaan jika kendaraan mengalami gangguan

Apabila setelah terkena hujan abu kendaraan mengalami mesin tersendat, tenaga berkurang, suara mesin berubah, lampu indikator menyala, atau gangguan lainnya, jangan dipaksakan untuk terus digunakan.

Segera lakukan pemeriksaan di bengkel untuk memastikan tidak ada komponen penting yang terdampak.

Hujan abu vulkanik memang merupakan fenomena alam yang tidak dapat dikendalikan. Namun, kerusakan kendaraan dapat diminimalkan dengan perawatan yang tepat. Prinsip terpenting adalah jangan menggosok abu dalam kondisi kering, segera bersihkan kendaraan dengan cara yang benar, serta periksa komponen penyaring udara setelah kendaraan terpapar abu dalam jumlah banyak.

Dengan langkah sederhana tersebut, masyarakat dapat membantu menjaga kendaraan tetap dalam kondisi baik sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat paparan abu vulkanik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....