Hampir 2.000 Kali Uji Nuklir, Dunia Diingatkan Bahayanya
- 29 Agt 2026 13:31 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Senjata nuklir tidak hanya menjadi bagian dari sejarah peperangan, tetapi juga telah diuji berkali-kali sejak pertengahan abad ke-20. Dampak pengujian tersebut membuat isu penghentian uji coba nuklir terus menjadi perhatian dunia.
Melansir National Today, International Day against Nuclear Tests diperingati setiap 29 Agustus di Amerika Serikat untuk mendorong aksi global menghentikan pengujian senjata nuklir. Pada 2026, peringatan tersebut jatuh pada Sabtu, 29 Agustus.
Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan penutupan lokasi uji nuklir Semipalatinsk di Kazakhstan pada 29 Agustus 1991. Tempat tersebut merupakan salah satu lokasi pengujian nuklir terbesar yang pernah ada di Uni Soviet.
Peringatan ini ditetapkan melalui resolusi 64/35 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2 Desember 2009. Pelaksanaan perdananya kemudian berlangsung pada 2010 dengan berbagai kegiatan seperti konferensi, simposium, kompetisi, publikasi, siaran media, dan kuliah.
Sejak pengujian nuklir pertama pada 1945, hampir 2.000 uji coba senjata nuklir telah dilakukan di berbagai wilayah dunia. Angka tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya upaya internasional untuk menghentikan pengujian nuklir.
Dukungan terhadap penghentian uji nuklir juga terlihat dari Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty. Hingga 2024, sebanyak 187 negara telah menandatangani perjanjian tersebut dan 178 negara telah meratifikasinya.
International Day against Nuclear Tests dapat diperingati dengan mempelajari sejarah dan dampak pengujian nuklir, mengikuti kampanye, maupun menghadiri seminar yang membahas perlucutan senjata. Momentum ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya mengakhiri pengujian nuklir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....