Fashion Jadi Cara Gen Z Mengekspresikan Diri dan Identitas

  • 27 Agt 2026 16:17 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Fashion tidak lagi sekadar berkaitan dengan pakaian yang dikenakan sehari-hari. Bagi sebagian Generasi Z atau Gen Z, pilihan busana juga dapat menjadi cara untuk mengekspresikan diri sekaligus menunjukkan karakter dan identitas.

Gaya berpakaian Gen Z pun cukup beragam. Casual, streetwear, vintage, Y2K, hingga gaya minimalis menjadi sejumlah pilihan yang dapat ditemukan dalam keseharian. Alih-alih terpaku pada satu gaya, sebagian anak muda justru memadukan berbagai jenis pakaian dan aksesori untuk menemukan tampilan yang dianggap paling sesuai dengan karakter mereka.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa fashion dapat digunakan Gen Z sebagai sarana untuk menampilkan identitas dan membangun citra diri. Studi mengenai pandangan Gen Z terhadap fashion juga menemukan bahwa pakaian tidak hanya dipandang sebagai bagian dari gaya personal, tetapi berkaitan dengan ekspresi diri, budaya, dan lingkungan sosial.

Perkembangan media sosial turut membuat referensi fashion semakin mudah ditemukan. TikTok dan Instagram, misalnya, menjadi ruang bagi pengguna untuk melihat berbagai gaya berpakaian, mengikuti tren, hingga membagikan penampilan mereka sendiri. Penelitian mengenai Gen Z dan Instagram di Indonesia menunjukkan bahwa platform tersebut dapat menjadi ruang ekspresi sekaligus memengaruhi preferensi gaya berpakaian dan identitas digital.

Tren yang muncul di media sosial juga dapat berubah dengan cepat. Konten dari influencer, figur publik, maupun pengguna biasa dapat menjadi referensi bagi anak muda dalam menentukan pilihan busana. Penelitian lain bahkan menemukan adanya hubungan antara paparan konten fashion di TikTok, tren, dan cara Gen Z membentuk identitas melalui konsumsi fashion.

Meski demikian, mengikuti tren tidak selalu berarti harus membeli pakaian baru. Sebagian orang memilih memadukan pakaian yang sudah dimiliki, menggunakan pakaian thrift, atau menambahkan aksesori tertentu untuk memberikan sentuhan berbeda pada penampilan.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa gaya personal tidak selalu ditentukan oleh tren yang sedang populer. Kenyamanan, selera, lingkungan sosial, serta keinginan untuk tampil berbeda juga dapat memengaruhi cara seseorang memilih pakaian.

Pada akhirnya, fashion bagi sebagian Gen Z dapat menjadi bagian dari cara mereka berkomunikasi tanpa kata. Warna, model pakaian, aksesori, dan cara memadukan busana dapat menjadi bagian dari penampilan yang mencerminkan selera serta karakter seseorang.

Di tengah tren fashion yang terus berubah, setiap orang tetap memiliki kebebasan memilih pakaian sesuai selera. Memadukan berbagai gaya juga dapat menjadi cara untuk menemukan penampilan yang paling sesuai dengan karakter diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....