Jangan Abaikan, Ini Hak Anak yang Wajib Dipenuhi
- 22 Jul 2026 11:50 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Banyak orang tua menganggap kebutuhan anak telah terpenuhi ketika mereka mendapatkan makanan bergizi, pakaian layak, dan pendidikan yang baik. Padahal, anak juga memiliki hak-hak lain yang sama pentingnya untuk mendukung tumbuh kembang fisik, mental, dan emosional secara optimal. Hak-hak tersebut sering kali luput dari perhatian karena dianggap sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
Salah satu hak yang paling sering diabaikan adalah hak untuk didengarkan. Anak membutuhkan ruang untuk menyampaikan pendapat, perasaan, maupun cerita tentang pengalaman mereka. Mendengarkan anak bukan berarti selalu mengabulkan semua keinginannya, melainkan menunjukkan bahwa pendapat dan emosinya dihargai. Ketika anak merasa didengar, mereka cenderung lebih percaya diri, terbuka, dan nyaman berkomunikasi dengan orang tua.
Selain itu, anak juga berhak mengekspresikan emosinya tanpa takut dihakimi. Tidak sedikit orang tua yang secara spontan mengatakan, "Jangan cengeng" atau "Itu hal sepele." Padahal, respons seperti itu dapat membuat anak merasa emosinya tidak valid. Membantu anak mengenali dan mengelola perasaannya sejak dini merupakan bagian penting dalam membangun kesehatan mental yang baik.
Hak anak untuk bermain juga kerap terpinggirkan di tengah padatnya jadwal sekolah dan berbagai aktivitas tambahan. Bermain bukan sekadar hiburan, melainkan sarana belajar yang membantu mengembangkan kreativitas, kemampuan sosial, hingga keterampilan memecahkan masalah. Karena itu, anak tetap membutuhkan waktu bermain yang cukup sesuai dengan usianya.
Tak kalah penting, anak berhak mendapatkan perhatian penuh dari orang tua. Kehadiran fisik saja belum tentu membuat anak merasa diperhatikan. Di era digital, kebiasaan orang tua yang terlalu fokus pada gawai saat bersama anak dapat mengurangi kualitas interaksi dan membuat anak merasa diabaikan. Meluangkan waktu berbicara tanpa gangguan menjadi salah satu cara sederhana untuk mempererat hubungan dalam keluarga.
Anak juga memiliki hak untuk melakukan kesalahan dan belajar dari pengalaman. Orang tua yang terlalu cepat mengkritik atau menuntut kesempurnaan berisiko membuat anak takut mencoba hal baru. Sebaliknya, memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar dari kegagalan akan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan percaya diri.
Memenuhi hak-hak anak tidak selalu membutuhkan biaya besar atau fasilitas mewah. Perhatian, komunikasi yang hangat, kesempatan bermain, serta penghargaan terhadap pendapat anak justru menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan kesehatan emosional mereka. Hal-hal sederhana inilah yang sering kali memberikan dampak besar bagi perkembangan anak hingga dewasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....