Jangan Sepelekan Air Lindi dari Tumpukan Sampah Rumah Tangga

  • 27 Agt 2026 16:06 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Tumpukan sampah rumah tangga yang bercampur dan dibiarkan terlalu lama tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap. Cairan yang keluar dari timbunan sampah atau dikenal sebagai air lindi juga berpotensi membawa berbagai zat pencemar yang dapat berdampak terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Air lindi merupakan cairan yang terbentuk ketika air meresap melalui timbunan sampah dan membawa berbagai zat yang terkandung di dalamnya. Air hujan dapat menjadi salah satu sumber terbentuknya lindi, selain kandungan air dalam sampah dan proses penguraian bahan organik.

Pada sampah rumah tangga, air lindi dapat muncul ketika sisa makanan dan minuman bercampur dengan jenis sampah lainnya. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kadar kelembapan di dalam tempat sampah. Cairan yang terkumpul kemudian dapat merembes keluar apabila wadah tidak tertutup atau tidak mampu menahan cairan.

Secara umum, air lindi memiliki warna yang cenderung gelap dan dapat menimbulkan bau tidak sedap. Karakteristiknya dapat berbeda-beda, bergantung pada jenis sampah, lama penumpukan, kandungan air, serta proses penguraian yang berlangsung di dalam timbunan.

Air lindi perlu mendapat perhatian karena dapat mengandung berbagai bahan pencemar, termasuk senyawa organik, zat anorganik, dan pada kondisi tertentu logam berat. Jika tidak dikelola dengan baik, lindi yang meresap ke tanah atau mengalir ke saluran air berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan mencemari sumber air.

Dari sisi kesehatan, risiko paparan bergantung pada kandungan zat pencemar, tingkat dan lama paparan, serta jalur masuknya ke dalam tubuh. Karena itu, masyarakat sebaiknya menghindari kontak langsung dengan air lindi, terutama apabila cairan tersebut berasal dari tumpukan sampah yang bercampur dan tidak diketahui kandungannya.

Upaya pencegahan dapat dimulai dari lingkungan rumah. Masyarakat dapat memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penumpukan sampah, serta meniriskan sisa makanan atau minuman sebelum membuangnya. Tempat sampah juga sebaiknya menggunakan wadah yang tertutup, kuat, dan tidak mudah bocor.

Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya membantu mengurangi bau dan munculnya cairan dari timbunan sampah, tetapi juga dapat mencegah pencemaran lingkungan. Kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kebersihan serta kualitas lingkungan.

(M Fachriza - UNIDA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....