Mengapa Kita Makin Sulit Fokus di Era Notifikasi?

  • 16 Jul 2026 15:27 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Pernah merasa baru lima menit bekerja, tiba-tiba sudah membuka media sosial? Atau sedang membaca buku, lalu perhatian langsung teralihkan karena bunyi notifikasi di ponsel? Jika iya, Anda tidak sendirian. Di era digital seperti sekarang, kemampuan untuk mempertahankan fokus menjadi tantangan yang semakin besar.

Setiap hari, kita dibombardir oleh berbagai notifikasi, mulai dari pesan instan, email, media sosial, aplikasi belanja, hingga berita terbaru. Semuanya berlomba-lomba menarik perhatian kita. Akibatnya, otak terus-menerus berpindah dari satu informasi ke informasi lain tanpa sempat berkonsentrasi dalam waktu yang lama.

Fenomena ini dikenal sebagai attention switching atau perpindahan perhatian. Ketika kita menghentikan pekerjaan untuk mengecek notifikasi, otak membutuhkan waktu untuk kembali fokus pada tugas sebelumnya. Semakin sering gangguan terjadi, semakin banyak energi mental yang terkuras. Tidak heran jika di akhir hari kita merasa lelah, padahal pekerjaan belum selesai.

Menariknya, tidak semua notifikasi harus dibuka agar dapat mengganggu konsentrasi. Cahaya layar yang menyala, getaran ponsel, atau sekadar melihat ikon angka merah pada aplikasi sudah cukup membuat otak penasaran. Rasa ingin tahu ini mendorong kita untuk segera memeriksa ponsel, meskipun sebenarnya pesan tersebut tidak mendesak.

Media sosial juga berperan besar dalam membentuk kebiasaan tersebut. Setiap kali menerima "like", komentar, atau pesan baru, otak mendapatkan sensasi menyenangkan yang membuat kita ingin terus mengecek ponsel. Lama-kelamaan, kebiasaan ini menjadi otomatis. Tanpa sadar, kita membuka aplikasi hanya karena jeda beberapa detik saat bekerja atau belajar.

Dampaknya tidak hanya pada produktivitas. Sulit fokus juga dapat memengaruhi kualitas belajar, kreativitas, kemampuan mengambil keputusan, hingga hubungan sosial. Saat berbicara dengan keluarga atau teman, perhatian kita sering terbagi karena sesekali melirik layar ponsel. Momen kebersamaan pun menjadi kurang berkualitas.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Salah satu langkah sederhana adalah mematikan notifikasi yang tidak penting. Kita juga bisa menjadwalkan waktu khusus untuk mengecek pesan, misalnya setiap satu atau dua jam sekali, daripada setiap kali ponsel berbunyi. Saat mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, letakkan ponsel di luar jangkauan atau aktifkan mode "Do Not Disturb".

Teknik bekerja dengan interval, seperti fokus selama 25 hingga 30 menit kemudian beristirahat beberapa menit, juga dapat membantu menjaga konsentrasi. Selain itu, memberi waktu bagi otak untuk beristirahat tanpa layer misalnya dengan berjalan kaki, membaca buku fisik, atau sekadar menikmati suasana sekitar dapat membantu memulihkan kemampuan fokus.

Pada akhirnya, notifikasi bukanlah musuh. Teknologi memang dirancang untuk memudahkan komunikasi dan memberikan informasi dengan cepat. Namun, kita tetap perlu mengendalikan cara menggunakannya. Fokus adalah keterampilan yang dapat dilatih. Dengan mengurangi gangguan digital dan lebih sadar dalam menggunakan teknologi, kita bisa kembali memiliki kendali atas perhatian, bekerja lebih efektif, dan menikmati setiap momen tanpa terus-menerus terdistraksi oleh bunyi notifikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....