Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Memasak Daging Kurban

  • 27 Mei 2026 07:40 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Hari Raya Iduladha identik dengan melimpahnya daging kurban di rumah. Mulai dari sate, gulai, rendang, hingga tongseng menjadi hidangan favorit keluarga. Namun, tidak sedikit orang yang merasa hasil olahan daging terasa alot, bau prengus, atau bumbunya kurang meresap. Ternyata, hal itu sering terjadi karena beberapa kesalahan umum saat mengolah daging kurban.

Agar masakan daging kurban lebih lezat dan empuk, berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat memasak daging kurban:

1. Langsung Mencuci Daging Sebelum Disimpan

Banyak orang terbiasa langsung mencuci daging setelah menerima pembagian kurban. Padahal, mencuci daging sebelum disimpan justru bisa membuat daging lebih cepat rusak karena kadar air meningkat dan memicu pertumbuhan bakteri.

Sebaiknya, daging langsung dipotong sesuai kebutuhan lalu disimpan dalam wadah tertutup di freezer atau kulkas. Cuci daging hanya saat akan dimasak.

2. Memasak Daging Saat Masih Beku

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah langsung memasak daging yang baru keluar dari freezer. Daging beku yang dimasak tanpa proses pencairan membuat tingkat kematangan tidak merata dan teksturnya menjadi keras.

Idealnya, pindahkan daging dari freezer ke chiller beberapa jam sebelum dimasak agar mencair perlahan dan kualitas teksturnya tetap terjaga.

3. Terlalu Sering Membolak-balik Daging

Saat membakar sate atau memanggang daging, banyak orang terlalu sering membalik daging karena takut gosong. Padahal, hal ini bisa membuat cairan alami daging keluar sehingga teksturnya menjadi kering dan keras.

Cukup balik daging seperlunya agar permukaan matang merata dan bagian dalam tetap juicy.

4. Memasukkan Garam Terlalu Awal

Garam memang penting untuk memberi rasa, tetapi jika ditambahkan terlalu awal pada daging mentah, garam dapat menarik cairan keluar dari daging. Akibatnya, daging menjadi lebih keras saat dimasak.

Tambahkan garam mendekati akhir proses memasak agar tekstur daging tetap empuk.

5. Tidak Membuang Lemak Berlebih

Sebagian orang memasak seluruh bagian daging tanpa memilah lemak berlebih. Lemak yang terlalu banyak bisa membuat aroma prengus semakin kuat dan kuah terasa terlalu berminyak.

Pisahkan sebagian lemak sebelum memasak, namun sisakan secukupnya agar cita rasa tetap gurih.

6. Menggunakan Api Terlalu Besar

Api besar memang membuat masakan cepat matang, tetapi pada daging kurban, terutama sapi dan kambing, api terlalu besar justru membuat bagian luar cepat gosong sementara bagian dalam masih keras.

Gunakan api sedang agar daging matang perlahan dan bumbu lebih meresap.

7. Tidak Memarinasi Daging

Daging kurban, khususnya kambing, sering memiliki aroma khas yang cukup kuat. Jika tidak dimarinasi terlebih dahulu, aroma tersebut bisa tetap terasa setelah dimasak.

Gunakan bumbu seperti bawang putih, jahe, ketumbar, jeruk nipis, atau nanas untuk membantu mengurangi bau prengus sekaligus membuat daging lebih empuk.

8. Memotong Daging Searah Serat

Cara memotong daging ternyata berpengaruh pada teksturnya. Banyak orang memotong daging mengikuti arah serat sehingga hasil akhirnya terasa lebih alot saat dikunyah.

Potong daging melawan arah serat agar teksturnya lebih lembut dan mudah dimakan.

9. Memasak Terlalu Lama

Semakin lama dimasak belum tentu membuat daging makin empuk. Jika terlalu lama, terutama tanpa cukup cairan, daging justru menjadi kering dan keras.

Gunakan teknik memasak yang sesuai seperti slow cooking atau presto agar daging matang sempurna tanpa kehilangan kelembapan.

10. Tidak Mengistirahatkan Daging Setelah Dimasak

Setelah matang, daging sebaiknya tidak langsung dipotong atau disantap. Diamkan beberapa menit agar sari daging kembali merata ke seluruh bagian.

Cara sederhana ini membantu daging tetap juicy dan lebih nikmat saat disantap.

Mengolah daging kurban memang membutuhkan teknik yang tepat agar hasilnya empuk, gurih, dan tidak bau prengus. Dengan menghindari beberapa kesalahan di atas, hidangan Idul Adha di rumah bisa menjadi lebih lezat dan disukai seluruh keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....