Studi Ungkap Manusia Modern Kian Jarang Berbicara

  • 23 Mei 2026 13:21 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Perkembangan teknologi digital disebut membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi manusia modern. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa masyarakat kini semakin jarang berbicara secara langsung akibat meningkatnya penggunaan gawai dan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah SAGE pada Jumat, 20 Maret 2026 itu menemukan bahwa rata-rata jumlah kata yang diucapkan seseorang terus menurun setiap tahunnya. Para peneliti mencatat adanya penurunan sekitar 338 kata per hari setiap tahun dalam kurun waktu penelitian berlangsung.

Riset tersebut dilakukan dengan menganalisis 22 studi berbeda yang melibatkan lebih dari 2.200 partisipan. Tim psikolog dari University of Arizona dan University of Missouri-Kansas City mengumpulkan data percakapan harian manusia untuk melihat perubahan pola komunikasi dari waktu ke waktu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2005 seseorang rata-rata masih mengucapkan sekitar 16 ribu kata per hari. Namun, angka tersebut terus menyusut hingga pada tahun 2019 rata-rata hanya mencapai sekitar 12.700 kata per hari. Para peneliti menilai penurunan itu mencerminkan semakin berkurangnya percakapan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Kelompok usia muda menjadi yang paling terdampak dalam tren tersebut. Penelitian mencatat individu berusia di bawah 25 tahun mengalami penurunan sekitar 452 kata per tahun, sedangkan kelompok usia di atas 25 tahun berkurang sekitar 314 kata per tahun. Kebiasaan berkomunikasi kini banyak tergantikan oleh aktivitas digital seperti mengirim pesan singkat, memesan makanan melalui aplikasi, hingga menggunakan navigasi digital tanpa perlu bertanya kepada orang lain.

Profesor Psikologi dari University of Arizona, Matthias Mehl, mengatakan interaksi sosial kasual mulai menghilang terutama di negara-negara dengan tingkat penggunaan teknologi tinggi. “Interaksi kasual dan insidental yang tampaknya mulai hilang ini mungkin masih terasa alami di belahan dunia lain,” ujarnya dikutip dari IFL Science, Jumat, 20 Maret 2026.

Para peneliti menilai percakapan tatap muka tetap memiliki peran penting bagi kesehatan mental dan kebahagiaan seseorang. Interaksi langsung dinilai memberikan kedekatan emosional yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh komunikasi melalui media sosial maupun pesan teks. Karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya menjaga kebiasaan berbicara secara langsung untuk mengurangi rasa kesepian dan isolasi sosial di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....