Bukan Sekadar Kebiasaan, Ini Alasan Hewan Peliharaan Suka Menggelengkan Kepala

  • 11 Mei 2026 15:39 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Banyak pemilik hewan peliharaan mungkin pernah melihat kucing atau anjing mereka tiba-tiba menggelengkan kepala dengan cepat. Perilaku ini kerap muncul setelah makan, minum, atau saat bagian kepala dan telinga disentuh. Meski terlihat aneh, para ahli menyebut kebiasaan tersebut umumnya merupakan respons alami tubuh hewan.

Ahli perilaku hewan dari University of Exeter, Sarah Crowley, menjelaskan bahwa pada kucing, gerakan itu dipicu oleh rangsangan pada rambut halus dan ujung saraf sensitif di sekitar kepala dan telinga. Sentuhan ringan atau garukan di area tersebut dapat memicu refleks menggelengkan kepala.

Selain sebagai respons terhadap sentuhan, gerakan itu juga membantu kucing membersihkan bagian wajah dan telinga dari sisa air, makanan, atau benda kecil yang menempel di kumis dan bulu mereka. Tidak jarang, setelah menggelengkan kepala, kucing akan langsung menjilat atau membersihkan wajahnya.

Menurut ahli dari The Royal (Dick) School of Veterinary Studies, Amy Miele, perilaku serupa juga banyak ditemukan pada mamalia lain, termasuk anjing, tikus, dan mencit. Pada anjing, jenis bertelinga tegak seperti German shepherd disebut lebih sering menggelengkan kepala dibanding anjing bertelinga terkulai karena telinga mereka lebih mudah kemasukan benda asing seperti serangga atau biji rumput.

Anjing juga memiliki beberapa jenis gerakan menggeleng yang berbeda. Salah satunya dikenal sebagai “wet dog shake”, yakni gerakan mengibaskan tubuh dari kepala hingga ekor setelah mandi atau basah. Gerakan ini membantu menghilangkan air dari tubuh sekaligus menjadi cara alami untuk melepaskan ketegangan setelah mengalami situasi tertentu.

Selain itu, anjing juga dapat melakukan “predatory shake”, yaitu menggoyangkan kepala ke kanan dan kiri ketika bermain dengan mainannya. Gerakan tersebut meniru perilaku predator saat melumpuhkan mangsa di alam liar, meski kini lebih sering muncul saat bermain.

Meski sebagian besar normal, pemilik hewan tetap perlu waspada jika kucing atau anjing terlalu sering menggelengkan kepala, terutama bila disertai gejala lain seperti menggaruk telinga terus-menerus, memiringkan kepala, atau tampak kesakitan. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda infeksi telinga, iritasi, parasit, hingga gangguan saraf.

Para ahli mengingatkan, infeksi telinga yang tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan memengaruhi keseimbangan hewan. Karena itu, jika perilaku tersebut terlihat tidak biasa atau berlangsung terus-menerus, pemilik disarankan segera memeriksakan hewan peliharaannya ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....