Takut Menyakiti Hati Mertua? Ini Cara Tegas Menolak dengan Tetap Sopan

  • 11 Agt 2026 10:12 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Mengatakan “tidak” kepada mertua terkadang menjadi persoalan yang tidak mudah bagi pasangan yang sudah menikah. Rasa sungkan, takut dianggap tidak menghormati, hingga kekhawatiran memicu konflik keluarga membuat sebagian menantu memilih mengiyakan permintaan meski sebenarnya merasa keberatan. Jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut justru dapat menumpuk menjadi tekanan dan memengaruhi hubungan dalam keluarga.

Kesulitan menetapkan batasan dengan mertua dapat muncul karena berbagai alasan. Ada yang takut dianggap tidak tahu diri, ingin menghindari konflik, merasa berutang budi karena sering mendapat bantuan, atau khawatir pasangan berada dalam posisi sulit. Bagi sebagian orang, kebiasaan menjadi people pleaser juga membuat penolakan terasa semakin berat.

Padahal, memiliki batasan dalam hubungan keluarga bukan berarti memutus kedekatan atau tidak menghormati mertua. Batasan yang disampaikan dengan cara tepat justru dapat membantu setiap anggota keluarga memahami kebutuhan dan peran masing-masing. Karena itu, pasangan sebaiknya terlebih dahulu menyepakati batasan yang ingin diterapkan dalam keluarga inti sebelum menyampaikannya kepada mertua.

Komunikasi juga sebaiknya dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi konflik. Menyampaikan keberatan dengan tenang dapat membantu menghindari kesan bahwa mertua sedang disalahkan. Misalnya, ketika berkaitan dengan pola pengasuhan anak, menantu dapat menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan sekaligus menjelaskan aturan yang telah disepakati bersama pasangan.

Dalam menyampaikan penolakan, kalimat yang tegas tidak harus terdengar kasar. Ucapan seperti “Terima kasih atas sarannya, tetapi kami memutuskan menggunakan cara ini” atau “Kami perlu mendiskusikannya terlebih dahulu” dapat menjadi pilihan. Komunikasi yang jelas dan konsisten penting agar batasan tidak menimbulkan salah tafsir.

Untuk persoalan yang sensitif, seperti pola asuh anak, keuangan keluarga, maupun frekuensi kunjungan, pasangan juga dapat mengambil peran dalam berkomunikasi dengan orang tuanya sendiri. Cara ini dinilai dapat mengurangi potensi salah paham sekaligus membuat pembicaraan mengenai batasan keluarga lebih mudah diterima.

Menetapkan batasan juga tidak seharusnya membuat seseorang merasa bersalah. Menghormati mertua bukan berarti harus selalu menyetujui semua permintaan. Keluarga inti tetap membutuhkan ruang untuk menentukan keputusan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sementara hubungan dengan keluarga besar tetap dapat dijaga melalui sikap saling menghormati dan menghargai.

Pada akhirnya, mengatakan “tidak” bukan berarti tidak menyayangi atau menghormati mertua. Kuncinya terletak pada cara menyampaikan penolakan dengan empati, sopan, dan konsisten. Dengan batasan yang sehat, mertua tetap dapat merasa dihargai, pasangan memiliki posisi yang lebih kuat dalam menjalani rumah tangga, dan keluarga kecil dapat membangun hubungan yang lebih nyaman tanpa harus terus-menerus mengorbankan kebutuhan sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....