BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Terasa Lebih Panas, Kemarau 2026 Datang Lebih Awal
- 19 Mar 2026 22:03 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Cuaca yang terasa semakin panas belakangan ini dipengaruhi oleh perubahan pola musim di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi ini berkaitan dengan datangnya musim kemarau lebih awal pada tahun 2026.
Dilansir dari laman resminya, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau sejak April hingga Juni 2026. Peralihan musim ini membuat intensitas hujan menurun sehingga suhu udara terasa lebih tinggi dari biasanya.
Selain itu, musim kemarau tahun ini diperkirakan memiliki karakter yang lebih kering dibandingkan kondisi normal. Berkurangnya curah hujan menyebabkan minimnya tutupan awan sehingga paparan sinar matahari menjadi lebih maksimal.
BMKG juga menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña pada Februari 2026. Setelah itu, iklim global beralih ke fase netral dan berpotensi menuju El Niño yang identik dengan cuaca lebih panas dan kering.
Perubahan ini membuat musim kemarau datang lebih cepat di hampir setengah wilayah Indonesia. Bahkan, durasi kemarau tahun ini juga diprediksi lebih panjang dibandingkan biasanya.
Selain faktor global, perubahan arah angin muson juga turut memengaruhi kondisi cuaca. Melemahnya angin pembawa uap air menyebabkan pembentukan awan hujan berkurang sehingga suhu udara meningkat.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia. Pada periode tersebut, potensi suhu panas dan kekeringan diprediksi akan semakin terasa.
Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dan mengantisipasi dampak cuaca panas. Langkah seperti mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan matahari berlebih menjadi penting dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....