Tradisi Makan Bersama Perkuat Ikatan Keluarga saat Imlek

  • 17 Feb 2026 13:36 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan lampion merah dan angpao, tetapi juga tradisi makan bersama yang sarat makna. Momentum ini menjadi waktu istimewa bagi keluarga untuk berkumpul, berbagi cerita, dan mempererat hubungan di tengah kesibukan masing-masing.

Makan bersama saat Imlek biasanya digelar pada malam pergantian tahun atau hari pertama perayaan. Seluruh anggota keluarga, dari yang muda hingga lansia, duduk satu meja menikmati hidangan yang telah dipersiapkan secara khusus. Suasana hangat dan penuh canda menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi tersebut.

Setiap hidangan yang tersaji memiliki filosofi tersendiri. Ikan melambangkan kelimpahan, mi panjang umur menjadi simbol harapan hidup yang panjang, sementara kue keranjang mencerminkan doa agar rezeki dan kebersamaan semakin “lengket”. Kehadiran jeruk mandarin pun dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran.

Lebih dari sekadar santap malam, tradisi ini menjadi sarana memperkuat nilai kekeluargaan. Momen berkumpul di meja makan membuka ruang untuk saling memaafkan, menyampaikan harapan, serta mempererat komunikasi antaranggota keluarga yang mungkin jarang bertemu sepanjang tahun.

Di era modern yang serba cepat, tradisi makan bersama saat Imlek tetap dipertahankan sebagai pengingat pentingnya kebersamaan. Banyak keluarga bahkan rela pulang kampung demi merayakan momen ini bersama orang-orang tercinta.

Tradisi tersebut menunjukkan bahwa esensi Imlek bukan semata perayaan pergantian tahun, melainkan juga upaya menjaga harmoni dan ikatan keluarga. Dari meja makan sederhana, nilai kebersamaan dan harapan untuk tahun yang lebih baik kembali diteguhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....