Tirta Pakuan Wujudkan Layanan Air Minum Berkelanjutan

  • 16 Sep 2025 10:35 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terus mendorong transformasi sektor air minum dengan mengedepankan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai instrumen pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, menegaskan bahwa BUMD air minum tidak hanya sekadar entitas bisnis, pilar penting dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan di daerah. Hal itu ia sampaikan dalam Forum Group Discussion (FGD) Valuasi Keberadaan BUMD Air Minum, dengan studi kasus Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, di Jakarta pekan lalu.

"Investasi di sektor air dan sanitasi memberikan dampak luar biasa. WHO dan UN Water menyebutkan, setiap 1 dolar AS investasi di bidang ini dapat menghasilkan pengembalian sebesar 4,3 dolar AS, melalui penghematan biaya kesehatan, peningkatan produktivitas, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat," jelas Rino yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi), Kamis (11/9/2025).

Menurut Rino, keberadaan BUMD memiliki peran strategis dalam mengelola sumber daya ekonomi daerah untuk kepentingan masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang menyebutkan lima fungsi utama BUMD, antara lain:

  1. Mengembangkan perekonomian daerah.
  2. Menyelenggarakan kemanfaatan umum dengan menyediakan barang/jasa bermutu tinggi.
  3. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
  4. Menjadi instrumen pembangunan berkelanjutan.
  5. Mendukung pemerataan akses pelayanan publik.

Apresiasi juga diberikan Rino kepada Universitas Pakuan (Unpak) yang telah melakukan riset valuasi terhadap Perumda Tirta Pakuan. Ketua Tim Peneliti Unpak, Radjab Tampobolon, mengungkapkan bahwa total nilai ekonomi keberadaan Tirta Pakuan mencapai Rp1,94 triliun. Angka tersebut mencakup nilai ekonomi perusahaan Rp496,22 miliar, manfaat sosial Rp1,417 triliun, dan manfaat lingkungan Rp26,56 miliar.

Selain itu, kontribusi langsung Tirta Pakuan terhadap perekonomian wilayah mencapai Rp103,54 miliar per tahun, yang berasal dari belanja masyarakat oleh lebih dari 2.600 anggota keluarga pegawai serta dividen kepada Pemerintah Daerah Kota Bogor sebagai PAD.

Berdasarkan simulasi ideal, pada tahun 2029 Tirta Pakuan diproyeksikan mampu mencapai cakupan layanan hampir 100% dengan rasio pendapatan terhadap biaya sebesar 1,35 serta surplus air baku lebih dari 10 juta meter kubik per tahun.

FGD ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Indonesia Water Forum (IWF) 2025 yang digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, pada 10-13 September 2025 dengan tema besar "Transformasi Sektor Air Minum Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi".

Melalui forum ini, Tirta Pakuan Tirta Pakuan berkomitmen terus menghadirkan inovasi, memperluas jangkauan layanan, serta memastikan keberlanjutan sumber daya air untuk generasi mendatang. (MayCin)

Rekomendasi Berita